Menguak 5 Misteri Otak

Kompas.com - 23/12/2013, 15:22 WIB
Penelitian mengungkap bahwa otak Einstein memiliki beberapa perbedaan karakteristik dibanding otak manusia umumnya. Diduga, perbedaan itu berkontribusi pada kecerdasan Einstein. NMHM, SILVER SPRING, MDPenelitian mengungkap bahwa otak Einstein memiliki beberapa perbedaan karakteristik dibanding otak manusia umumnya. Diduga, perbedaan itu berkontribusi pada kecerdasan Einstein.
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Selama berabad-abad, otak merupakan organ yang menjadi misteri. Hanya beberapa puluh tahun terakhir, para ilmuwan mulai menguak misteri di balik organ satu ini. Kecanggihan teknologi merupakan kuncinya.

Kendati untuk mengerti bagaimana otak bekerja merupakan hal yang masih harus diteliti hingga kini, berikut ada lima studi penting yang menguak misteri otak.

1. Cara memulihkan otak
Ketika berpikir, bergerak, bermimpi, bahkan mencintai, bagian otak yang bekerja adalah materi abu-abu atau yang juga dikenal dengan istilah korteks besar. Namun ternyata materi putih yang disebut juga dengan ganglia dasar juga ikut berperan.

Misalnya saat terjadi demensia atau kepikunan, banyak studi menunjukkan adanya plak pada materi abu-abu, sehingga pengobatan fokus pada daerah tersebut. Namun menurut Atticus Hainsworth, materi putih dan asupan darah pada otak juga sama pentingnya.

Warna putih pada bagian tersebut sebenarnya hasil dari lemak di sekitar akson yang merupakan perpanjangan tubuh sel saraf untuk membantu komunikasi antarsel. Materi putih pada otak berpotensi memicu kebocoran pembuluh darah sehingga berperan dalam meningkatkan risiko demensia.

Hal inilah yang membuat para peneliti perlu menemukan cara penyembuhan otak yang lebih baik, dengan mempertimbangan materi abu-abu dan materi putih pada otak.

2. Cara membuat otak jenius
Selama bertahun-tahun, kafein digunakan untuk meningkatkan rasa awas, namun obat pun bisa melakukannya. Ilmuwan saraf dari Cambridge University Barbara Sahakian mengatakan, meskipun penggunakan jangka panjang obat belum dapat dipastikan aman, namun ada obat tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan otak.

"Sehingga obat cocok digunakan bagi mereka yang pekerjaannya membutuhkan konsentrasi tinggi seperti dokter bedah atau pilot," ujarnya.

Obat tersebut dapat meningkatkan produksi dopamin dan noradrenalin pada otak yang meningkatkan rasa awas dan kemampuan kognitif. Manfaatnya pun bisa dirasakan pada siswa-siswa yang hendak menghadapi ujian.

3. Memanfaatkan alam bawah sadar
Konsentrasi mungkin diperlukan untuk menyelesaikan tugas, namun alam bawah sadar mungkin juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri. Memainkan satu bagian musik yang paling rumit sekalipun dengan berulang-ulang dapat membantu orang untuk dapat melakukannya dengan lebih mudah.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Sumber BBC

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X