Kompas.com - 26/12/2013, 11:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com - Tekanan darah dan kadar kolesterol umumnya digunakan sebagai indikator dalam mengukur risiko serangan jantung dan stroke. Namun menurut penelitian baru, mengukur kadar kalsium dalam arteri dapat menjadi indikator yang lebih baik.

Penelitian tersebut mengatakan, cara pengukuran tradisional dengan tekanan darah dan kolesterol dapat memberikan hasil yang keliru sehingga seringkali pasien mendapatkan peresepan obat yang tidak perlu, misalnya obat penurun kolesterol statin. Ini artinya, banyak orang dengan risiko serangan jantung dan stroke rendah namun tetap minum obat yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

Sebaliknya, penelitian menyebutkan, tabungan kalsium dalam arteri yang terdeteksi dalam CT Scan dapat memberikan hasil yang lebih akurat. Menurut para peneliti, orang yang dengan sedikit atau tidak memiliki tabungan kalsium dalam arterinya, risiko serangan jantung dan stroke sangat kecil.

Lantaran risiko yang kecil tersebut, peneliti berpendapat, orang-orang itu hanya butuh saran perubahan gaya hidup, namun tidak perlu sampai mengonsumsi obat secara rutin.

Kalsium yang terdapat di arteri dapat memicu kalsifikasi plak. Hal tersebut dapat menghasilkan pengerasan pembuluh darah yang menjadi salah satu pemicu serangan jantung.

Hasil temuan penelitian terbaru yang dipublikasi dalam European Heart journal itu pun dipercaya menambah bukti pemindaian kalsium dalam pembuluh darah sebagai salah satu cara untuk memprediksi risiko serangan jantung.

Penelitian tersebut melibatkan hampir 7.000 peserta yang telah melalui pengukuran risiko serangan jantung secara tradisional yaitu dengan kadar kolesterol, tekanan darah, dan gaya hidup. Mereka juga menjalani pemindaian kalsium pada arterinya. Kemudian, mereka diikuti selama tujuh tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti studi Roger Blumenthal, profesor kedokteran dan direktur di Johns Hopkins Ciccarone Center mengatakan, 15 persen orang yang dinyatakan memiliki risiko kecil serangan dan jantung dengan pengukuran tradisional ternyata mendapatkan nilai yang tinggi untuk kandungan kalsium dalam pembuluh darahnya. Dan hasilnya, setelah diikuti selama tujuh tahun, risiko mereka tinggi.

"Di lain sisi, 35 persen peserta yang dinyatakan risiko tinggi dan harus minum obat-obatan seperti aspirin dan statin tidak memiliki kalsium pada arteri mereka. Hasilnya risiko mereka sangat kecil setelah tujuh tahun," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.