Angkat Beban Tekan Risiko Diabetes pada Wanita

Kompas.com - 15/01/2014, 12:09 WIB
Ilustrasi perempuan melakukan latihan angkat beban ShutterstockIlustrasi perempuan melakukan latihan angkat beban
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Wanita yang rutin latihan angkat beban di gym mengurangi risiko terkena diabetes. Temuan ini didapatkan dari penelitian kesehatan 100.000 perawat di Amerika Serikat selama delapan tahun.

Penelitian yang dimuat di jurnal medis PLoS Medicine ini menunjukkan angkat beban atau latihan resistensi lainnya yang berfokus pada kekuatan otot berkaitan dengan penurunan risiko diabetes.

Orang dewasa sebenarnya sudah direkomendasikan untuk melakukan latihan ini setidaknya dua kali seminggu.

Manfaat dari latihan angkat beban terbukti dari hasil studi ini. Bahkan manfaatnya melebihi dari latihan aerobik yang berfokus pada kesehatan jantung dan paru. Orang dewasa kebanyakan memilih latihan aerobik setidaknya 150 menit seminggu.

Sementara jika wanita aktif melakukan latihan aerobik setidaknya 150 menit seminggu, dan latihan kekuatan otot minimal satu jam seminggu, risiko diabetes mengalami penurunan signifikan dibandingkan wanita yang tidak aktif melakukan latihan tersebut. Mereka bisa mengurangi risiko diabetes tipe dua hingga sepertiganya.

Para peneliti memang telah mengetahui bahwa latihan aerobik seperti jogging, jalan cepat, berenang bisa membantu mencegah diabetes tipe dua. Namun penelitan terbaru mengungkapkan dengan menambahkan latihan resistensi, pencegahan diabetes akan lebih maksimal.

Peneliti dari Harvard Medical School menekankan bahwa penelitian mereka ini tidak  maksimal lantaran hanya meneliti perawat yang melaporkan frekuensi latihan. Peneliti tidak melakukan pengukuran sendiri terhadap responden. Selain itu, responden kebanyakan perawat wanita kaukasia. Meski begitu para peneliti mengatakan temuan mereka juga berlaku sama untuk para pria.

Penelitian ini menekankan bahwa latihan yang bisa meningkatkan massa otot bisa berperan sebagai penyangga diabetes.

Diabetes tipe dua berkembang jika sel yang memproduksi insulin di tubuh tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup, atau ketika insulin yang dihasilkan tubuh tidak bekerja maksimal. Padahal, insulin memungkinkan tubuh mengubah gula menjadi energi dan menyimpan sisanya di hati dan otot.  

Organisasi amal Diabetes UK menyatakan gen dan gaya hidup juga berdampak pada peluang terkena diabetes tipe dua. Berat badan berlebih juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Jika Anda kelebihan berat badan, setiap kilogram yang berhasil Anda turunkan akan mengurangi risiko diabetes hingga 15 persen.

Richard Elliott, juru bicara Diabetes UK, menyatakan pendapatnya mengenai penelitian ini, "Terlepas dari penelitian ini membatasi pada wanita, secara umum pesan utamanya adalah gaya hidup sehat, aktif bisa membantu mengurangi risiko diabetes tipe dua. Kita tahu bahwa cara terbaik menurunkan risiko diabetes tipe dua adalah menjaga berat badan dengan makan sehat, melakukan diet seimbang, dan aktivitas fisik yang teratur."

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X