Kompas.com - 19/01/2014, 11:53 WIB
membatasi makanan dan menghitung-hitung kalori akan memperkecil bandwith di otak sehingga Anda jadi bodoh. SHUTTERSTOCKmembatasi makanan dan menghitung-hitung kalori akan memperkecil bandwith di otak sehingga Anda jadi bodoh.
Penulis Wardah Fajri
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Saat mendapati tubuh mulai kelebihan berat badan, dan penyakit pun mulai berdatangan, pengaturan kalori kemudian menjadi perhatian. Menyadari banyaknya kalori masuk tanpa diimbangi pengeluaran kalori, berbagai cara dilakukan untuk menurunkan berat badan, mulai diet hingga melakukan latihan/aktivitas fisik. Sayangnya, cara yang dipilih kerap salah kaprah.

Spesialis olahraga dari Indonesia Sport Medicine Centre, Andi Kurniawan mengatakan dalam prakteknya sehari-hari, ia kerap menemukan kesalahan yang kerap orang lakukan untuk mengurangi kalori.

"Orang sering menjadikan berat badan sebagai parameter ketika melakukan latihan fisik secara reguler. Berat badan tidak mudah dan cepat untuk diturunkan, memerlukan waktu karena ketika kita berolahraga lemak terbakar dan massa otot bertambah, berat badan memerlukan waktu untuk turun," ungkapnya kepada Kompas Health melalui surat elektronik.

Kalori terbakar lebih efektif dengan menerapkan gaya hidup aktif. Modifikasi gaya hidup dan memperbanyak bergerak akan efektif juga untuk membakar kalori, lanjutnya.

Selain pola latihan, kesalahan juga kerap ditemui dalam pengaturan makan. Orang kerap menahan lapar atau membatasi makanan untuk kalori negatif (memperbanyak kalori keluar dari yang masuk) atau untuk menurunkan berat badan.

Padahal, kata Andi, menahan lapar atau membatasi makan akan menyebabkan makan berlebihan dan menyebabkan kalori yang masuk menjadi sangat besar.

Alhasil, alih-alih mencapai tujuan awal membakar kalori, tubuh justru terjebak dengan berat badan yang terus bertambah lantaran salah kaprah mengatur kalori masuk dan keluar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

Health
Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
Klaustrofobia

Klaustrofobia

Penyakit
Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.