Kompas.com - 22/01/2014, 10:49 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Kanker pankreas adalah salah satu jenis kanker yang mematikan. Pasalnya, pasien kanker ini umumnya hanya memiliki laju ketahanan hidup yang rendah, 75 persen pasien meninggal kurang dari setahun setelah didiagnosis, dan 94 persen meninggal dalam lima tahun.

Namun sebenarnya, jika terdeteksi lebih awal, laju ketahanan hidup terhadap kanker ini pun semakin meningkat. Karena itu, deteksi dini adalah hal sangat penting bagi kanker pankreas. Baru-baru ini, para ilmuwan Denmark menemukan kanker pankreas dapat diidentifikasi pada tingkat awal dengan melakukan tes pada materi genetik dalam darah.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengidentifikasi partikel kecil dari materi genetik yang disebut RNA mikro dalam darah pasien yang didiagnosis dengan kanker pankreas, dan membandingkannya dengan orang sehat. Mereka menemukan, kombinasi tertentu dari RNA mikro yang dapat membedakan antara orang sehat dan pasien kanker pankreas.

Studi melakukan analisa darah terhadap 409 pasien kanker pankreas dan 312 orang dewasa sehat, dan 25 orang dengan pankreatitis kronis atau inflamasi pada pankreas karena konsumsi alkohol berlebihan. Kelompok ketiga dilibatkan untuk mengetahui jika tes darah bisa membedakan antara kanker pankreas dengan penyakit lain pada organ yang sama.

Para peneliti mengidentifikasi dua kombinasi RNA mikro berpotensi mendiagnosis kanker pankreas. Dua kombinasi ini 85 persen tepat untuk mengidentifikasi pasien kanker pankreas. Namun tes baru dapat 29 persen tepat mengidentifikasi pasien pankreatitis kronik dan 50 persen orang sehat yang tidak memiliki kanker pankreas.

Kendati demikian, peneliti mengharuskan adanya studi lanjutan yang menentukan tes darah benar-benar dapat digunakan sebagai metode deteksi dini kanker pankreas. Pasalnya, pasien dalam studi ini adalah mereka yang memang sudah memiliki kanker pankreas. Sehingga tes darah pada gejala awal kanker pankreas masih belum dapat dibuktikan.

"Orang dengan gejala dan hasil tes positif dapat melanjutkan ke pemeriksaan CT scan untuk mematikan diagnosisnya," ujar peneliti.

Menurut peneliti studi yang dipublikasi dalam American Medical Association tersebut, tes darah mungkin dapat membantu mendiagnosis kanker pankreas, beberapa di antara dalam tingkat awal. Ini artinya, tes darah berpotensi meningkatkan kesembuhan pasien kanker pankreas.

Peneliti mengatakan, selama ini sulit untuk melakukan deteksi dini pada kanker pankreas. Adapun metode deteksi dini dengan menggunakan biopsi pada jaringan pasien yang diduga menderita kanker juga masih sulit. Maka tes darah yang non-invasif mungkin akan sangat berpotensi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.