Kompas.com - 22/01/2014, 21:07 WIB
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -
Musim hujan yang identik dengan banjir belum juga berakhir. Di beberapa daerah bahkan ketinggian air mencapai hampir 1 meter. Musibah yang terjadi tidak boleh lantas menyebabkan masyarakat lupa pada pentingnya menjaga kesehatan.

Banjir merupakan kondisi yang sesuai bagi penyebaran water borne disease, yaitu penyakit yang bersumber dan berkembang melalui air. Penyakit ini memiliki banyak jenis, mulai dari kulit, pencernaan, hingga serangan binatang. Bentuk water borne disease yang kerap terjadi adalah diare, muntaber, tifus dan leptospirosis.

"Water borne disease rentan menyerang saat musim hujan atau banjir, melalui air yang digunakan untuk konsumsi. masyarakat harus menjaga kebersihan dan kualitas air supaya tidak terserang water borne disease," kata dokter ahli penyakit dalam, Irsyal Rusad, kepada KOMPAS Health, Selasa (21/1/2014).

Masyarakat, kata Irsyal, harus mengetahui asal air yang dikonsumsi. Selanjutnya masyarakat bisa menilai apakah air yang digunakan memenuhi kualitas atau tidak. Irsyal mengatakan, air tersebut bisa saja terlihat jernih namun sebetulnya sudah tercemar berbagai bakter, jamur, atau kotoran binatang.

Untuk mencegah cemaran dalam air mempengaruhi kesehatan, Irsyal menyarankan masyarakat memasak air terlebih dulu sebelum menggunakannya. "Air harus direbus sampai benar-benar mendidih. Hal tersebut menjamin bakteri dan jamur tidak menginfeksi manusia dan menyebabkan water borne disease," kata Irsyal.

Selain kebersihan air, Irsyal juga menyarankan masyarakat memastikan kebersihan tangan sebelum maupun setelah beraktifitas. Kebersihan tangan akan menekan risiko terkena sebaran penyakit yang rentan terjadi saat musim hujan.

Tak kalah penting, Irsyal menyarankan masyarakat mengolah sendiri berbagai asupan yang dikonsumsi selama musim hujan. Pengolahan sendiri memungkinkan masyarakat mengatur sendiri kualitas air maupun standar kebersihan yang digunakan.

Terakhir, Irsyal mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan selalu menggunakan alas kaki. "Banjir akan menghanyutkan berbagai benda, sehingga tidak heran bila ada paku tajam, besi, atau pasak kayu yang tiba-tiba melukai kulit. Padahal, luka tersebut bila tidak ditangani serius bisa mengakibatkan tetanus, terutama pada anak kecil atau penderita diabetes. Karena itu pakailah alas kaki kemanapun pergi, sekalipun hanya membersihkan halaman depan," tuturnya.

Pola hidup sehat   

Selain menjaga kebersihan, Irsyal menyarankan masyarakat menjaga pola hidup sehat supaya tidak mudah terinfeksi penyakit. Masyarakat harus rutin mengkonsumsi sayur, buah, memiliki pola tidur yang cukup, dan tidak mengalami stress. Keempatnya akan memaksimalkan daya tahan tubuh menghadapi musim hujan dan banjir.

"Bila perlu tambah konsumsi air jahe setiap hari. Jahe dengan zat aktif zingiberin membantu stimulasi sistem daya tahan tubuh, yang melindungi tubuh dari infeksi jamur dan bakteri," kata Irsyal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.