Kompas.com - 23/01/2014, 14:42 WIB
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Suhu ruangan yang dingin mungkin menimbulkan rasa tak nyaman, namun ternyata berada di ruangan dengan temperatur rendah bisa berefek positif pada penurunan berat badan dan mencegah obesitas.

Penelitian di Maastricht University, Belanda, menunjukkan suhu dingin terbukti memaksa tubuh mengeluarkan lebih banyak energi. Energi tersebut digunakan untuk membentengi rasa tidak nyaman yang timbul akibat suhu dingin.

Energi yang terpakai menyebabkan tubuh menggunakan lebih banyak cadangan lemak dan karbohidrat. Dengan begitu, jumlah cadangan lemak dan karbohidrat di tubuh berkurang dan berdampak pada penurunan berat badan.

Menurut pimpinan penelitian, Wouter var Marken Lichtenbelt, studi ini bertujuan mengetahui keuntungan paparan suhu lingkungan yang terus terjadi. "Kebanyakan dari kita terus terpapar suhu lingkungan, terutama pada kondisi dalam ruang. Karena itu, penting untuk mengetahui manfaat dari paparan tersebut," ujarnya.

Riset ini sebetulnya berkaitan dengan studi sebelumnya tentang mekanisme pertahanan tubuh terhadap dingin. Dalam riset tersebut dikatakan, gemetaran dan reaksi lain terhadap suhu dingin merupakan mekanisme pemanasan tubuh. Mekanisme tersebut mencegah tubuh terkena hypothermia (kedinginan). Selama mekanisme tersebut berlangsung, produksi panas tubuh bisa meningkat lima kali lipat. Hal ini dikarenakan metabolisme dan pembakaran lemak terjadi lebih cepat.

Selain mekanisme pemanasan tubuh, Hasil riset juga menunjukkan, suhu dingin bisa meningkatkan hasil latihan dan mencegah kenaikan berat badan. Hal ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang melakukan pola hidup pasif (sedentary).

Salah satu riset yang menyatakan hal tersebut adalah studi yang dilakukan bersama ilmuwan Jepang. Dalam riset tersebut, paparan suhu 16 derajat Celcius bisa menurunkan cukup banyak kadar lemak dalam tubuh selama enam minggu. Riset tersebut juga menyatakan, suhu yang hangat dan cozy berisiko menyebabkan obesitas. Suhu yang nyaman juga membuat penghuninya rentan terkeda dampak buruk perubahan suhu tiba-tiba.

Kendati riset dan pengetahuan manfaat suhu telah diketahui, namun minat untuk meneliti lebih jauh muncul baru-baru ini. Hal ini terkait jumlah penderita obesitas di Amerika Serikat yang mencapai sepertiga populasi hidup. Dengan temuan ini, pengontrolan berat badan tidak hanya bisa dilakukan di gym, tapi bisa dilakukan setiap saat, termasuk saat beraktivitas di dalam ruang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.