Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/01/2014, 17:19 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com — Ponsel pintar memungkinkan orang terkoneksi dengan lingkungannya 24 jam setiap hari. Akses ini memungkinkan pekerja untuk beraktivitas, sekalipun di luar jam kerja.

Ironisnya, saat teknologi digital semakin responsif pada kebutuhan pekerja, hal tersebut juga mengakibatkan kecanduan komputer, kecelakaan, dan kurangnya etika kerja. Menurut studi yang akan dipublikasi dalam jurnal Organizational Behavior and Human Decision Processes, cahaya biru dari tampilan layar smartphone mengakibatkan kurang tidur pada pengguna smartphone.

Sinar biru tersebut mengganggu pelepasan hormon melatonin, yang membantu tubuh untuk tidur. Pelepasan melatonin yang terganggu dapat menyebabkan saraf tetap terjaga. Menurut Harvard Medical School, sinar tersebut mengganggu jam biologis atau sistem sirkadian dalam tubuh, yang menyebabkan terganggunya kualitas tidur.
 
Adanya sinar menyebabkan panjang irama sirkadian dalam tubuh menjadi 24 dan 1,5 jam. Durasi ini lebih lama dibanding irama sirkadian yang normal sehingga tubuh lebih lama terjaga. Orang yang terbiasa melek pada malam hari memiliki durasi irama sirkadian lebih lama. Sementara itu, irama sirkadian pada orang yang tidak biasa begadang akan usai sebelum 24 jam.

Riset ini dilakukan tim beranggotakan Christopher M Barnes, Klodiana Lanaj, dan Russell Johnson dari University of Washington. Peneliti melakukan dua riset untuk mengetahui, apakah penggunaan smartphone setelah pukul 09.00 malam berpengaruh buruk pada tidur dan menyebabkan rasa lelah pada pagi hari.

Secara spesifik peneliti ingin melihat, apakah pekerja yang masih beraktivitas hingga pukul 09.00 malam dengan smartphone-nya merasa tidak bisa konsentrasi keesokan harinya karena kurang tidur.

Pada riset pertama, peneliti melibatkan 82 pekerja level menengah untuk mengisi survei tiap hari selama 2 minggu. Peneliti menggunakan metode "within person" untuk membandingkan data responden hari ini dan esoknya. Hasilnya, penggunaan smartphone hingga larut malam memengaruhi tidur. Akibatnya, pekerja kurang perhatian dan motivasi saat kerja keesokan harinya.

Pada riset kedua, peneliti melibatkan 161 responden dari berbagai level pekerjaan untuk mengisi survei yang sama. Namun, menurut Harvard Business Review Blog Network, peneliti memasukkan alat lain seperti televisi, laptop, komputer, dan tablet untuk mengetahui perbedaan efek yang diberikan. Hasilnya, efek negatif tidur akibat penggunaan smartphone lebih kuat dibanding alat lainnya.

Riset ini sekaligus mendukung temuan yang dikeluarkan American Medical Association’s. Dalam riset tersebut, paparan cahaya pada malam hari, termasuk penggunaan sejumlah gadget, akan mengganggu jam dan meningkatkan gangguan tidur. Hal ini terutama terjadi pada anak dan orang dewasa.

Smartphone saat ini merupakan alat penting yang kegunaannya seperti tak bisa ditawar lagi. Meski begitu, Leslie Perlow dari Harvard University mengatakan, para pekerja bisa tidak bergantung pada smartphone. Caranya adalah dengan mengatur waktu off, yaitu saat tubuh beristirahat penuh dan menonaktifkan smartphone. Pengaturan ini memungkinkan pegawai lebih segar dan termotivasi untuk kerja pada keesokan harinya.

Peneliti juga menyarankan agar perusahaan membuat aturan terkait keharusan merespons e-mail. Daripada mengharap pekerja menjawab e-mail pada malam hari, peneliti menyarankan sistem kerja yang memungkinkan e-mail baru datang pada keesokan paginya. "Dengan aturan ini, pekerja yang lembur atau bepergian masih bisa berkomunikasi dengan nyaman, sambil tetap menekan efek negatif penggunaan smartphone pada lingkungannya," kata peneliti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+