Kompas.com - 28/01/2014, 12:57 WIB
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Paparan pestisida yang banyak digunakan untuk mengendalikan malaria, DDT, dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit Alzheimer, kata para peneliti di Amerika Serikat.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Neurology menunjukkan tubuh pasien dengan penyakit Alzheimer memiliki tingkat DDT empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata orang sehat.
 
Alzheimer Research di Inggris mengatakan butuh lebih banyak bukti untuk membuktikan DDT berperan dalam memicu demensia.

DDT adalah pestisida yang awalnya digunakan untuk mengendalikan malaria pada akhir Perang Dunia II dan kemudian dipakai untuk melindungi tanaman pertanian komersial.
Beberapa negara masih menggunakan pestisida jenis ini untuk mengendalikan malaria.

Amerika Serikat melarang penggunaan pestisida ini pada tahun 1972. Banyak negara lain melakukan hal sama.  Meski demikian WHO masih tetap merekomendasikan penggunaan DDT untuk mengontrol malaria.

Pertanyaan mengenai dampak pestisida jenis ini terhadap kesehatan manusia memang sudah mulai bermunculan. Tak hanya bagi manusia, tapi juga dampaknya terhadap lingkungan lebih luas, khususnya bagi predator alami yang hidup di sekitar tanaman.

Masih perlu bukti
DDT dapat diurai di dalam tubuh manusia menjadi zat bernama DDE.

Tim di Rutgers University dan Emory University menguji tingkat DDE dalam darah 86 orang berpenyakit Alzheimer dan membandingkan hasilnya dengan 79 orang sehat dari usia dan latar belakang yang sama.

Hasil penelitian menunjukkan orang-orang dengan penyakit Alzheimer memiliki tingkat DDE 3,8 kali tingkat lebih tinggi.

Para peneliti percaya bahan kimia meningkatkan risiko terjangkit Alzheimer yang mungkin turut berkontribusi dalam perkembangan plak amiloid di otak. Plak ini berkontribusi terhadap kematian sel-sel otak.

Profesor Allan Levey, direktur Alzheimer Disease Research Centre di Emory, mengatakan, "Ini adalah salah satu dari studi pertama mengidentifikasi kuatnya faktor risiko lingkungan terkait Alzheimer. Pengaruhnya sangat besar, sebanding dengan ukuran faktor risiko genetik."

Sementara Dr Simon Ridley, kepala penelitian di badan amal Alzheimer Research di Inggris, mengatakan, "Perlu lebih banyak penelitian untuk membuktikan adanya pengaruh pestisida terhadap penyakit ini."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.