Kompas.com - 02/02/2014, 10:13 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Jika flu menyerang, hal yang umum dilakukan adalah pergi ke dokter, istirahat, dan menjaga hidrasi tubuh tetap baik. Namun tak jarang pula kebanyakan orang memilih untuk minum obat pereda rasa nyeri (antipiretik) yang dijual bebas.

Obat tersebut biasanya digunakan untuk meredakan gejala flu seperti sakit kepala dan demam. Sayangnya, dampak yang ditimbulkan dari terlalu sering menggunakan obat tersebut mungkin lebih menakutkan daripada yang diduga sebelumnya.

Sebuah penelitian terbaru di Kanada menemukan, konsumsi antipiretik seperti ibuprofren, asetaminofen, dan aspirin saat seseorang terserang flu akan memberikan sejumlah konsekuensi yang tidak terduga. Bukan hanya untuk kesehatan tubuh saja, tetapi juga pada tingkat populasi.

Studi tersebut menggunakan perkiraan matematis yang menggambarkan bahwa konsumsi antipiretik berisiko meningkatkan laju kematian dalam sebuah populasi. Menurut para peneliti, seseorang yang menggunakan antipiretik cenderung merasa sudah sanggup berinteraksi dengan orang lain. Padahal, sebenarnya masih sakit dan berpotensi menularkan penyakitnya pada orang lain.

"Ditambah lagi, obat-obatan penurun demam dapat meningkatkan laju dan durasi penularan virus sehingga lebih mudah menular pada orang lain," ujar peneliti.

Mereka memperkirakan, menghentikan konsumsi antipiretik untuk mengobati gejala flu akan mencegah 700 kematian setiap tahun di Amerika Serikat saja.

Maka, studi ini menekankan agar setiap harus sadar konsumsi antipiretik yang dijual bebas memang akan membuat gejala flu berkurang dengan cepat, namun interaksi yang dilakukan dengan orang lain sesaat setelah efek obat bekerja akan meningkatkan risiko penularan.

Menurut Ben Bolker, penulis studi dan profesor di departemen matematika, statistik, dan biologi di McMaster University di Kanada, studi ini bukannya mengharuskan seseorang untuk berhenti minum obat saat flu. Melainkan, menegaskan bahwa saat merasa sudah lebih baik, seseorang yang flu masih sangat mampu menularkan penyakitnya pada orang lain.

"Pesannya adalah untuk berada di rumah dan tidak memaksakan bekerja jika sedang sakit untuk menghindari penularan penyakit pada orang lain," tandas Bolker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.