Kompas.com - 04/02/2014, 14:41 WIB
Ilustrasi ibu melahirkan ShutterstockIlustrasi ibu melahirkan
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Tren melahirkan di rumah cukup meningkat selama lima tahun terakhir di Amerika Serikat, namun hingga saat ini keamanannya masih diperdebatkan. Baru-baru ini sebuah studi menemukan, laju angka kematian bayi yang dilahirkan di rumah lebih dari empat kali lebih tinggi daripada bayi yang dilahirkan di rumah sakit.

Studi yang dipublikasi dalam  Society for Maternal Fetal Medicine yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan di New Orleans tersebut juga menemukan laju kematian bayi khususnya tinggi dari ibu yang baru pertama kali melahirkan.

Menurut penulis studi Amos Grunebaum, ahli kandungan dan kebidanan di Weill Cornell Physicians di New York, melahirkan di rumah sakit dengan bantuan bidan dapat mencegah 75 persen kematian neonatal. Kematian neonatal merupakan kematian yang terjadi dalam periode empat minggu setelah bayi dilahirkan.

Studi baru tersebut menganalisa kelahiran dan kematian dari 14 juta bayi baru dilahirkan di Amerika Serikat. Dalam studi ini, para peneliti hanya melakukan analisa terhadap bayi tunggal, bukan kembar dua atau lebih.

Pada kelahiran yang dibantu bidan di rumah sakit, rata-rata ada 3,1 bayi yang meninggal dari 10.000 kelahiran. Sementara pada kelahiran yang dilakukan di rumah, meskipun dibantu bidan, laju kematiannya mencapai 1,3 per 10.000 kelahiran.

Bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan, laju kematiannya bahkan lebih buruk lagi yaitu rata-rata 21,9 bayi meninggal per 10.000 kelahiran. Grunebaum mengatakan, risiko ini juga meningkat pada wanita yang berusia lebih tua dan usia kehamilan lebih panjang.

Menurut dia, keterampilan bidan sangat mempengaruhi keberhasilan melahirkan di rumah. Selain itu, analisa risiko persalinan juga perlu dilakukan sebelum proses kelahiran berlangsung, jika tinggi maka sebaiknya kelahiran di rumah tidak dilakukan.

Sekalipun risikonya rendah, lanjut dia, melahirkan di rumah tetap berisiko. Ini karena sewaktu-waktu wanita yang melahirkan di rumah bisa dibawa ke unit gawat darurat dengan sangat cepat.

"Jika ada masalah pada bayi, maka hanya akan ada sedikit waktu untuk melahirkannya. Sayangnya, waktu untuk pergi ke rumah sakit seringkali tidak cukup," jelas Grunebaum.

Studi ini tidak mendata sebab kematian bayi, maka tim peneliti pun berencana melanjutkan penelitian ini. Khususnya untuk mengetahui penyebab dari kematian bayi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.