Kompas.com - 08/02/2014, 20:56 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Anak sekolah dan pangan jajanan merupakan hal yang sulit dipisahkan. Terbukti, dari survei yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 99 persen anak sekolah jajan untuk memenuhi kebutuhan energinya saat berada di sekolah.

Sayangnya tidak semua pangan jajanan memenuhi syarat keamanan pangan, sehingga ada pula yang dapat memicu penyakit. Tidak hanya penyakit yang langsung dirasakan seperti diare atau keracunan makanan. Pangan jajanan tidak aman juga dapat memicu penyakit lain, yang baru muncul di kemudian hari yaitu kanker.

Kepala BPOM Roy Sparingga mengatakan, pangan jajanan yang tidak aman artinya bisa jadi mengandung bahan tambahan pangan berlebih seperti pengawet, pewarna, penyedap, ataupun bahan kimia berbahaya lainnya.

"Padahal bahan-bahan tersebut bersifat karsinogenik yang bila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang akan membentuk akumulasi di dalam tubuh dan menimbulkan penyakit," jelasnya saat ditemui dalam Gebyar Aksi Nasional PJAS yang bertajuk "Sehat Duniaku Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas Tahun 2014", di Jakarta, Sabtu (8/2/214).

Diketahui karsinogenik merupakan sifat mengendap dan merusak dari suatu zat. Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah DNA dalam sel-sel tubuh. Hal ini mengganggu proses-proses biologis yang terjadi di dalam tubuh.

Oleh karena itu, Roy menegaskan untuk selalu mewaspadai pangan jajanan yang dipilih. Pastikan untuk selalu jajan di tempat yang bersih, jauh dari paparan asap kendaraan. Serta tidak memilih makanan yang berwarna terlalu mencolok dan terlalu kenyal atau keras.

Dalam kesempatan berbeda, pakar onkologi radiasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) Soehartati Gondhowiardjo mengatakan, untuk mencegah kanker salah satu caranya adalah dengan menghindari makanan-makanan yang mengandung pengawet, pewarna, dan penyedap rasa.

"Sebaliknya, perbanyaklah makan sayur dan buah dan ikan laut tengah," ujar Kepala Departemen Radioterapi RSCM ini.

Sayur dan buah, jelas dia, mengandung serat yang menyehatkan sistem pencernaan. Sayur dan buah juga kaya akan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas penyebab kerusakan pada sel sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.