Kompas.com - 16/02/2014, 21:41 WIB
Ilustrasi serangan jantung ShutterstockIlustrasi serangan jantung
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Seorang Ibu setengah tak percaya dan kaget waktu saya beritahu bahwa anaknya mengalami serangan jantung. "Masak dokter,  anak saya mengalami sakit itu, dia kan masih muda sekali," katanya.

Keluarga lain yang ikut mengantar saudaranya yang mengalami keluhan nyeri dada ini juga menyatakan hal yang sama. Pasien lain, yang mengalami stroke, waktu saya rujuk ke dokter ahli saraf juga mengungkapkan hal serupa.

Dengan alasan masih muda itu.  pasien, masyarakat umun, bahkan seorang  dokter sering menolak, ragu, atau tidak percaya ketka sesorang didiagnosis atau menunjukkan gejala-gejala jantung atau stroke. Tidak apa-apa, tenang saja, dan dianggap sebagai penyakit lain oleh seorang dokter pun bisa dialami pasien hanya dengan pertimbangan bahwa pasien masih sangat muda.

Pasien di atas, sekitar 5 tahun lalu, pada saat mengantarkan orang tuannya konsultasi karena mengalami serangan jantung sudah pernah saya ingatkan supaya mengubah gaya hidupnya. Apalagi saya lihat penampilan fisiknya waktu itu, punya potensi untuk mengalami hal yang sama dengan orang tuanya.

Sambil ketawa dijawab, "Sakit jantung itu kan hanya pada orang tua dokter, seperti ayah saya". Tidak tercermin rasa khawatir, takut atau dari mimiknya sama sekali saat itu. Dan, seperti dia, kebanyakan kita juga begitu. Sangat cemas, takut dengan kakek-nenek yang hipertensi, orang tua yang kolesterolnya tinggi, kurang bergerak, merokok, yang mengeluh sakit dada, sesak nafas, sehingga berusaha memaksanya untuk konsultasi ke dokter, menyuruhnya diet, berhenti merokok dan sebagainya.

Tetapi karena merasa usia masih terlalu muda, walaupun tahu  gejala-gejala penyakit jantung, tahu bahwa nyeri dada yang dialaminya adalah khas untuk penyakit jantung koroner, diri mereka diabaikan.

Lalu, “mengapa mitos, kepercayaan seperti itu banyak beredar di tengah-tengah masyarakat?” Sering melihat, menyaksikan kakek-nenek yang mengalami stroke, mendengar orang tua tetangga yang mengalami serangan jantung adalah diantara salah satu penyebabnya. Selama ini, kebanyakan penelitian tentang penyakit ini juga pada umumnya dilakukan pada kelompok usia pertengahan. Ini seolah-olah memperkuat anggapan demikian. Tetapi,sebaliknya studi terakhir menunjukkan bahwa tidak ada kelompok umur yang betul-betul kebal dari penyakit ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dan, seperti diketahui, bahwa usia hanyalah salah satu faktor risiko saja, sedangkan faktor risiko lain, sekarang bisa menimpa siapa saja. Jadi. Faktor risiko itu, seperti hipertensi, dislipidemi, diabetes obesitas, gaya hidup santai (aktifitas fisik kurang), pola makan tidak sehat, merokok, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, semua ini  bisa menjadi ancaman, dan faktor risiko ini boleh dikatakan tidak mengenal usia, atau bisa terjadi pada usia lebih dini.

Nah, faktor risiko ini sekarang tidak hanya ditemukan pada orang tua. Hipertensi, diabetes melitus, obesitas sekarang mulai banyak menjangkiti mereka yang berusia masih muda, bahkan usia remaja, dan anak-anak.

Merokok pun demikian, usia mulai merokok di Indonesia relatif lebih dini daripada perokok sebelumnya. Barangkali mudahnya akses mendapatkan rokok dan iklan rokok yang sampai menjangkau daerah terpencil bisa jadi penyebabnya. Anak-Anak kita sekarang juga aktivitas fisiknya juga jauh berkurang, apalagi di perkotaan.

Halaman:

Sumber Kompasiana

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.