Kompas.com - 12/03/2014, 18:44 WIB
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com - Pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang penting dilakukan, khususnya untuk mengetahui risiko kehamilan. Dengan mengetahui risiko kehamilan, komplikasi kehamilan bisa dicegah atau mendapat penanganan lebih cepat.

Badan PBB untuk kesehatan (WHO) merekomendasikan pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan paling tidak empat kali sepanjang kehamilan. Namun dokter spesialis kebidanan dari RSIA Bunda Ivan Sini, mengatakan, untuk mendapatkan hasil optimal, pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan hingga 12 kali.

"Khususnya untuk kehamilan berrisiko, disarankan untuk memeriksakan kehamilannya dua belas kali," ujar Ivan di sela-sela konferensi pers program Mobile Obstetrical Monitoring (MoM) di Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Pemeriksaan kehamilan sebanyak 12 kali antara lain: sekali dalam sebulan hingga usia kehamilan tujuh bulan, setiap dua minggu pada minggu kehamilan ke-28 hingga 32, setiap minggu dari minggu ke-32 hingga persalinan.

Tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan kehamilan beserta risikonya. Pemeriksaan biasanya meliputi pemeriksaan fisik secara umum, tekanan darah, gula darah, pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG), hingga pemeriksaan laboratorium.

Namun bukan berarti setiap jenis pemeriksaan perlu dilakukan dalam setiap kali datang. Misalnya pemeriksaan USG, kata Ivan, dapat dilakukan sebanyak empat kali saja yaitu untuk mendeteksi risiko kehamilan seperti bayi kecil, plasenta di bawah, atau air ketuban sedikit.

Sayangnya, kebanyakan ibu hamil seringkali tidak menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan ini.  Menurut Ivan, paradigma pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk periksa harusnya sudah mulai diubah. Sebaliknya, tenaga kesehatan lah yang perlu mendatangi tempat tinggal dari pasien.

"Ini penting untuk menekan angka kematian ibu atau bayi yang mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup saat ini. Mungkin kalau bicara angka mudah saja, namun jika ada ibu atau bayi meninggal perasaan keluarga dan tenaga kesehatan itu sangat sedih sekali," ujar Ivan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.