Kompas.com - 04/04/2014, 11:19 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Orang yang mengalami insomnia pasti akan merasakan lelah dan sulit berkonsentrasi keesokan harinya. Namun ternyata dampak insomnia mungkin bisa lebih buruk dari itu. Seperti yang diungkap dalam sebuah studi baru, insomnia meningkatkan risiko stroke, khususnya pada orang dewasa muda.

Dalam empat tahun periode studi, para peneliti menemukan insomnia meningkatkan kecenderungan seseorang dirawat di rumah sakit karena stroke. Mereka mencatat, peningkatan risiko tersebut mencapai 54 persen. Risiko stroke pada orang berusia 18-34 tahun yang insomnia delapan kali lebih tinggi daripada rekan mereka yang mendapatkan tidur yang baik.

Dementricus Lopes, direktur Interventional Cerebrovascular Center di Rush University di Chicago dan juru bicara American Heart Association menuturkan, perhatian peneliti awalnya pada tekanan darah tinggi, obesitas, dan kolesterol yang merupakan faktor risiko dari stroke. "Namun ternyata kekurangan tidur juga dapat membahayakan, terlebih pada usia muda," katanya.

Studi yang dimuat dalam jurnal Stroke tersebut membandingkan secara acak riwayat kesehatan pada lebih dari 21.000 orang dengan insomnia dan 64.000 orang tanpa insomnia di Taiwan. Semua peserta tidak ada yang didiagnosis dengan stroke atau sleep apnea sebelumnya.

Setelah diikuti selama empat tahun, 583 orang dengan insomnia dan 962 orang tanpa insomnia tercatat dirawat di rumah sakit karena stroke. Analisis peneliti menunjukkan, setelah dimasukan faktor risiko lain, orang dengan insomnia mengalami peningkatan risiko stroke dibandingkan dengan orang dengan kualitas tidur yang baik.

Peneliti studi tersebut, Ya-Wen Hsu dari Chia Nan University, mengatakan, tingkat insomnia seseorang juga mempengaruhi peningkatan risiko stroke. Artinya, semakin sering seseorang mengalami insomnia, semakin tinggi pula peningkatan risiko stroke yang dihadapinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kedua kategori itu memiliki risiko stroke yang lebih besar daripada orang yang insomnianya telah diterapi," ujarnya.

Orang dengan insomnia juga cenderung memiliki faktor risiko stroke lainnya, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Meskipun demikian, studi tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat antara insomnia dan stroke.


Sumber HEALTHDAY
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.