Dapatkan Efek Terapi dari Cara Berjalan yang Benar

Kompas.com - 12/04/2014, 09:45 WIB
Ilustrasi jalan kaki ShutterstockIlustrasi jalan kaki
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Bagi kebanyakan orang, berjalan merupakan kegiatan fisik sederhana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tak banyak orang yang memikirkan bagimana cara berjalan yang tepat. Padahal, cara berjalan juga berhubungan dengan pembentukan postur tubuh dan kesehatan organ-organ vital.

Cara berjalan yang benar bahkan dapat memberikan manfaat terapi. Penemu Rahasia Berjalan Alami (RBA) Irmansyah Effendi mengatakan, saat berjalan rangsangan meridian dan refleksi dapat melepaskan hambatan-hambatan, meningkatkan peredaran, sehingga meningkatkan kemampuan alami dari organ-organ tubuh terkait.

 
"Apabila kita menggerakan kaki kita dengan benar, setiap kalinya kita dapat merangsang meridian dan titik-titik refleksi pada tubuh kita untuk mendapatkan manfaat-manfaat yang positif," terangnya dalam konferensi pers pelatihan RBA, Jumat (11/4/2014) di Jakarta.

Pelatihan cara berjalan yang tepat aktif dilakukan oleh Irmansyah melalui seminar-seminar.

Ia menuturkan, dalam RBA, sebuah langkah dibedah menjadi beberapa tahapan yang masing-masingnya terdiri dari banyak gerakan kecil. Ia pun menjelaskan adanya enam kunci dari RBA  sebagai berikut.
 
1. Meletakkan tumit di lantai
Ini merupakan langkah pertama dalam berjalan yang seringkali salah dilakukan. Peletakkan tumit tidak boleh terlalu jauh dari kaki lainnya dan ujung kaki tidak diangkat terlalu rendah. Lutut pun seharusnya tidak dikunci. Ini demi menghindari cidera karena beban tubuh ditumpu di titik tersebut.
 
2. Menapakkan kaki
Cara menapakkan kaki merupakan hal yang penting karena pada saat ini kaki memberikan pompaan yang bisa memberikan terapi pada tubuh. Cara yang paling tepat melakukannya adalah secara penuh dan lurus pada telapak kaki yang diayun di lantai.
 
3. Memindahkan berat tubuh
Berat tubuh yang semula bertumpu pada kedua kaki mulai dipindahkan ke kaki yang berada di depan. Pastikan berat tubuh berpindah secara lurus dan tegap, kepala tidak menunduk. Sementara itu, kaki lainnya bertumpu pada ujung kaki.
 
4. Merasakan rangsangan meridien pada titik-titik refleksi otot. 
Kunci ini bisa diterapkan saat melakukan latihan khusus untuk terapi RBA. Para pelaku RBA menyebutkan sebagai "penyesuaian". 
 
5. Melepaskan berat tubuh
Yang dimaksud dengan kunci ini adalah melepaskan berat tubuh pada kaki lainnya. Kaki lainnya perlu diayunkan, namun jangan terlalu tinggi sehingga paha tidak mengangkat. Ayunan juga harus lurus dengan lutut tidak melebar ataupun masuk.
 
6. Langkah ke depan lagi
Ini merupakan kunci yang hampir sama dengan kunci pertama yang dilakukan dengan kaki yang lainnya.


 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X