Keracunan Makanan Lebih Sering di Restoran?

Kompas.com - 12/04/2014, 14:17 WIB
ilustrasi thinkstock.comilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Para penggemar wisata kuliner perlu mewaspadai risiko keracunan makanan. Sebuah laporan di Amerika Serikat menunjukkan, orang yang gemar makan di restoran dua kali lebih besar menghadapi risiko keracunan makanan dibandingkan dengan yang makan makanan yang dimasak di rumah.

Dalam studi baru asal Center for Science in the Public Interest (CSPI), para peneliti menganalisa kasus 10.408 keracunan makanan dari data Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Data meliputi kasus dari 2002 hingga 2011.

Selama periode sembilan tahun, para peneliti menemukan, lebih dari 1.610 keracunan terjadi pada lebih dari 28.000 orang terjadi di restoran. Sementara itu, hanya 893 keracunan yang terjadi pada sekitar 13.000 orang terjadi di rumah.

Peneliti percaya jumlah keracunan mungkin sebenarnya lebih tinggi lagi, sebagaimana ada pula kasus yang tidak tercatat.

"Kasus yang saat ini tercatat (tidak termasuk yang belum dilaporkan) sudah mencapai proporsi epidemik," ujar Caroline Smith DeWaal, direktur keamanan pangan CSPI.

Kendati demikian, lanjut Smith, detail dari investigasi keracunan pangan dapat memberikan informasi yang penting bagi petugas kesehaan masyarakat untuk merumuskan kebijakan keamanan pangan dan rekomendasi yang berbasis sains bagi konsumen.

Dari kasus keracunan pangan yang tercatat, baru 3.933 yang telah berhasil diselesaikan. Artinya, peneliti telah mengetahui makanan dan patogen spesifik yang menyebabkan penyakit.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Sumber foxnews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X