Kompas.com - 24/04/2014, 18:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Selain ancaman penularan HIV yang tinggi akibat meningkatnya prevalensi laki-laki berisiko tinggi, kata Nafsiah, ancaman juga didorong naiknya jumlah pengguna narkoba suntik (penasun) di daerah-daerah baru. Berdasarkan STBP, prevalensi penasun naik 46,3 persen dari 27 persen (2009) ke 39,5 persen (2013).

Selain itu, peredaran heroin juga kembali marak dengan harga yang lebih murah. Tidak hanya mengedarkan narkotika, pengedar bahkan menyewakan alat suntik kepada pengguna yang berisiko terjadi penularan HIV.

Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Slamet, menambahkan, Kemenkes menyediakan akses layanan HIV pada tingkat puskesmas melalui program Strategic Use For ARV (SUFA). Saat ini ada 450 puskesmas yang mampu memberikan pelayanan SUFA.

Puskesmas tersebut melayani pemberian informasi seputar HIV/AIDS, konseling, pemeriksaan HIV, hingga pemberian obat antiretroviral (ARV). Secara teknis, SUFA adalah pemberian ARV kepada pasien HIV positif tanpa memandang berapa status CD4-nya.

Demi mengendalikan penyebaran dan penularan HIV, puskesmas yang mampu memberikan pelayanan SUFA akan terus ditambah. Menurut rencana, tahun 2014, puskesmas yang menyediakan layanan SUFA akan ditambah di 18 kabupaten/kota dengan setiap daerah lima puskesmas.

”Walaupun pelayanan SUFA ditambah, tetap saja keputusan akhir seseorang mau diperiksa dan diberikan obat berada pada dirinya sendiri. Butuh persiapan mental. Oleh karena itu, dalam hal ini, peran konselor menjadi penting,” kata Slamet. (ADH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Glaukoma
Glaukoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.