Kompas.com - 30/04/2014, 10:04 WIB
Shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Pola makan hanya mengonsumsi sumber makanan nabati alias vegetarian dipercaya banyak orang bisa membuat tubuh lebih sehat. Tak sedikit pula orang yang berharap tubuhnya tetap langsing setelah mengadopsi pola makan ini.

Pola hidup vegetarian ini diadopsi dipilih karena alasan budaya, agama, atau etis. Bisa juga karena dengan menghindari konsumsi daging merah, ayam, seafood atau produk hewan lain membantu kita hidup lebih sehat.

“Vegetarian adalah sebuah pilihan gaya hidup, bukan diet untuk penurunan berat badan,” kata Katherine Zeratsky, RD, LD, ahli nutrisi dari Mayo Clinic, AS.

Banyak riset membuktikan bahwa pola hidup vegetarian membuat banyak orang jadi lebih langsing dibandingkan bukan vegetarian. “Ini disebabkan pola makan vegetarian terdiri dari makanan yang mengandung lemak tak jenuh dan lebih banyak mengonsumsi sayur, buah, biji-bijian dan protein yang lebih mengenyangkan namun kandungan kalorinya lebih sedikit,” ujar Zeratsky.

Meskipun begitu, ia mengingatkan bahwa vegetarian itu tidak otomatis rendah kalori. “Anda tetap bisa mengalami kenaikan berat badan jika porsi makanannya sangat besar atau mengasup makanan atau minuman tinggi kalori dalam jumlah banyak seperti minuman atau makanan manis. Sejumlah makanan yang diberi vegetarian bisa saja tinggi kalori dan lemak. Misalnya hotdog kedelai, keju kedelai dan snack bar,” katanya.

Menurutnya, mencapai dan menjaga berat badan sehat itu kuncinya ada pada pola makan sehat dengan keseimbangan antara kalori yang diasup dan dibakar.

“Vegetarian seperti halnya nonvegetarian bisa memilih langkah tak sehat yang menyebabkan kenaikan berat badan seperti makan dalam porsi besar makanan tinggi kalori atau makanan yang tak mengandung gizi. Oleh karena itu, pola makan vegetarian pun tetap perlu direncanakan agar cukup kadar nutrisinya,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.