Kompas.com - 02/05/2014, 09:25 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Olahraga dengan intensitas tinggi dan dilakukan dalam waktu lama seperti lari maraton merupakan salah satu pemicu dari kematian jantung mendadak atau sudden cardiac death (SCD). Karena itu, orang-orang dalam golongan berisiko sebaiknya menghindari jenis olahraga tersebut.

Dokter konsultan jantung dan elektrofisiologis Jeremy Chow mengatakan, faktor risiko yang perlu diwaspadai adalah kelainan otot jantung, gangguan irama jantung, arteri jantung tidak normal, serta infeksi atau inflamasi pada jantung.

"Sayangnya kondisi yang menjadi faktor risiko SCD itu sering tidak bergejala dan tidak berpengaruh pada faktor usia. Sehingga atlet yang sehat pun bisa saja mengalami kematian jantung mendadak," ujarnya dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta.

SCD setelah berolahraga memang jarang terjadi. Namun, angka kejadiannya menjadi berkali lipat lebih besar jika seseorang punya faktor risiko. Karena itu, orang dalam golongan tersebut pun perlu menghindari olahraga berat.

"Sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dalam waktu lama diperlukan penapisan (skrining) terlebih dahulu. Apalagi jika memiliki riwayat SCD dalam keluarganya," tegas dokter dari Asian Heart & Vascular Centre, Gleneagles Medical Centre, Singapura, ini dalam sebuah wawancara, Selasa (29/4/2014), di Jakarta.

Penapisan yang dilakukan untuk mendeteksi faktor risiko SCD antara lain dengan melakukan Elektro Kardiografi (EKG), pemeriksaan stres latihan treadmill, pemindaian topografi komputer (CT Scan), pemindaian perfusi miokardial, angiografi koroner, hingga pemeriksaan genetik.

"Penapisan akan membantu mengetahui faktor risiko untuk SCD, sehingga dapat ditentukan apakah mereka aman untuk melakukan olahraga intensitas tinggi atau tidak," jelas Chow.

Selain lari maraton, olahraga yang juga perlu dihindari bagi orang yang punya faktor risiko tersebut, antara lain latihan triatlon atau iron man. Selain itu, olahraga dengan kontak fisik tinggi seperti sepak bola atau rugbi juga sebaiknya tidak dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.