Cegah Penularan MERS Saat Ibadah Umrah

Kompas.com - 06/05/2014, 10:31 WIB
Masjidil Haram KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENAMasjidil Haram
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kita harus mencermati perkembangan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi saat ini dan mencermati kasus-kasus yang telah tersebar ke beberapa negara. Termasuk beberapa kasus di Indonesia yang diduga MERS.

Terakhir ada satu kasus dari kota Medan yang baru saja pulang umrah yang diduga MERS dengan gejala MERS meninggal kemarin 4 Mei 2014  dan hanya sempat dirawat beberapa jam di RSU Adam Malik.  Sampai sejauh ini belum ada obat dan vaksin untuk penyakit MERS ini.
 
Di Arab saudi sendiri kasus ini yang awalnya terjadi ratusan kilometer dari Riyadh ternyata sudah tersebar ke kota dimana jemaah umrah berada seperti Mekah, Madinah dan Jedah. Bahkan 1 jemaah umrah Mesir meninggal dunia beberapa saat lalu.

Memang saat ini pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia belum memberlakukan travel warning utk para jemaah umrah, walau terdapat pembatasan pemberian visa oleh pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Indonesia melalui pernyataan 3 menteri hari ini 5 Mei 2014 yaitu Menteri Agama, Menko Kesra dan Menkes menyampaikan bahwa pemerintah tetap memberangkatkan jemaah umrah dan haji tahun ini.

Melihat perkembangan saat ini, dimana sudah ada jemaah umrah yang terkena infeksi MERS, cepat atau lambat akan ada jemaah Indonesia yang positif tertular mengingat jamaah umrah Indonesia merupakan jemaah terbesar di tanah suci.

Sebagaimana kita ketahui infeksi MERS disebabkan oleh virus korona yang menyerang saluran pernafasan bawah (paru). Pasien yang mengalami infeksi ini akan mengalami demam tinggi, batuk dan sesak nafas. Pada paru terjadi radang paru akut (Pneumonia) dan mudah terjadi komplikasi pada ginjal sampai gagal ginjal. Angka kematian cukup tinggi, sampai saat ini hampir 25 % kasus meninggal.

Mengingat kasus yang ditemukan sudah terjadi pada jemaah umrah ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para calon jemaah umrah dan petugas kesehatan yang kebetulan menangani infeksi yang terjadi pada pasien yang baru pulang umroh.

Untuk para jemaah umrah:
1. Bagi orang usia lanjut diatas 60 tahun dengan penyakit kronis dianjurkan tidak berangkat.
2. Bagi jemaah dengan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) juga dianjurkan untuk tidak berangkat.
3. Sebaiknya jemaah yang akan berangkat dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengalami infeksi.
4. Selama berada di Arab Saudi terutama jika sedang berada kerumunan sebaiknya selalu menggunakan masker terutama masker N95. Masker ini untuk orang sehat dan bertujuan untuk mencegah terhirup virus dan partikel halus.  
5. Selalu mencuci tangan pakai sabun baik sebelum dan sesudah makan dan selalu kontak dengan sesuatu yang juga disentuh oleh orang lain.
5. Tetap makan dan minum cukup.
6.Konsumsi buah dan sayuran.
7. Usahakan tetap tidur cukup minimal 6 jam dalam 24 jam selama berada di tanah suci.
8. Menghindari makanan dan minuman  yang manis, gorengan dan minuman yang dingin.
9. Jika demam dan batuk saat di Arab Saudi atau setelah pulang umrah segera datang berobat ke RS.

Secara khusus bagi petugas kesehatan di Indonesia  untuk mencurigai MERS pada masyarakat yang mengalami demam, batuk dan sesak sepulang dari umrah atau baru datang dari Arab Saudi misal sebagai tenaga kerja.
 
Waspada selalu dan tetap beribadah umrah dengan nyaman.

Salam sehat,
Dr.Ari F Syam
Mantan petugas kesehatan Haji Reguler dan ONH Plus.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Health
Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Health
Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Health
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Health
4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

Health
7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

Health
5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

Health
Jumlah Kalori dalam Donat

Jumlah Kalori dalam Donat

Health
Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Health
Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Health
Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X