Kompas.com - 13/06/2014, 07:31 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -- Kaki merupakan organ dengan kombinasi tulang yang relatif banyak, yaitu 56 tulang, hampir seperempat dari total tulang yang dimiliki manusia. Kaki mendukung berat badan, menyangga aktivitas seperti berjalan, berlari, bahkan berdansa.

Dengan kata lain, kaki merupakan organ yang penting. Jika organ ini cedera, tentu akan kemampuan bergerak aktif menjadi terganggu. Sayangnya, beberapa cedera datang tanpa disadari, dan sebagian orang baru mencari pertolongan jika cedera sudah parah.

Padahal menurut Brian Fullem, pakar penyakit kaki di Florida, semakin dini cedera kaki ditangani, semakin besar kemungkinan mereka untuk sembuh. Namun yang lebih penting lagi dari cedera adalah pencegahannya, salah satunya yaitu menghindari lima hal ini.

1. Bertambah berat badan
Pertambahan berat badan merupakan salah satu cara menyiksa kaki. Menurut sebuah survei yang dilakukan pada 6.000 orang, 41 persen orang dengan nyeri kaki mengalami kenaikan berat badan sebelum mengalami gangguan tersebut.

Peneliti mengatakan, penambahan 4,5 kilogram berat badan saja sudah dapat memicu gangguan pada kaki. Mereka menjelaskan, semakin berat massa tubuh, semakin besar tekanan pada tulang, ligamen, dan tendon di kaki yang menyebabkan nyeri.

2. Tak pakai kaus kaki
Menggunakan sepatu tanpa kaus kaki dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena infeksi yang disebabkan oleh jamur. Fullem mengatakan, lingkungan yang gelam, hangat, dan lembab bisa memicu timbulnya jamur di dalam sepatu. Sementara itu, kaus kaki bisa mengurangi kelembaban sehingga mencegah tumbuhnya jamur.

3. Mementingkan fashion
Demi urusan tampil lebih modis, banyak orang yang mengorbankan fungsi dari alas kaki itu sendiri. Misalnya tetap menggunakan sepatu trendi dengan tumit tinggi meskipun tidak nyaman dipakai. Padahal, ini dapat memicu cedera, tekanan pada tulang, dan nyeri lutut.

4. Pakai sepatu sempit
Memakai sepatu yang terlalu sempit akan menekan bagian depan kuku jempol kaki. Padahal hal itu bisa memicu peradangan dan nyeri. Fullem menyarankan, bila sudah tidak nyaman dipakai seperti terlalu sempit maka sebaiknya sepatu tidak dipakai lagi untuk mencegah hal itu terjadi.

5. Mengandalkan satu pasang sepatu saja
Jika berolahraga hampir setiap hari, maka ada baiknya Anda menyiapkan paling tidak dua pasang sepatu yang dipakai bergantian setiap harinya. Saat mengandalkan pada satu pasang sepatu saja, tidak ada waktu bagi bahan-bahan penyusunnya untuk mengembang kembali setelah dipakai. Inilah yang meningkatkan risiko cedera saat memakainya. Selain itu, sepatu akan cenderung lembab dan belum cukup kering untuk dipakai kembali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.