Kompas.com - 14/06/2014, 09:40 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kebiasaan mengasup daging merah yang diproses, seperti sosis, bacon, atau daging ham, bisa berakibat berbahaya pada pria. Menurut studi terbaru, konsumsi daging olahan meningkatkan risiko gagal jantung.

Dalam studi yang dimuat dalam jurnal Circulation:Heart Failure, para peneliti menganalisa studi cohort yang melibatkan 37.035 pria sehat berusia 45-79 tahun. Studi yang dilakukan oleh tim dari Karolinska Institutet di Stockholm ini mengikuti para responden dari tahun 1998 hingga 2010.

Studi cohort adalah jenis studi yang membandingkan dua kelompok dengan karateristik serupa.

Pada periode studi, 2.891 pria mengalami gagal jantung dan 266 orang meninggal akibat penyakit tersebut. Pria yang mengonsumsi daging yang diproses sekitar 75 gram atau lebih setiap hari, risikonya 28 persen menderita gagal jantung. Pria yang hobi mengasup daging olahan juga beresiko dua kali lipat meninggal akibat penyakit ini dibanding dengan yang makan lebih sedikit.

Lebih dari itu, untuk setiap peningkatan asupan 50 gram (setara dengan satu atau dua iris ham) setiap hari, risikonya naik lagi menjadi 8 persen dan risiko kematiannya meningkat hingga 38 persen.

Studi sebelumnya menyebutkan, sering makan daging olahan juga meningkatkan resiko kanker usus besar. Daging olahan dianggap perlu dibatasi karena mengandung banyak bahan pengawet nitrat.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.