Kompas.com - 18/06/2014, 10:45 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Penyakit maag yang ditandai dengan nyeri pada lambung seringkali diatasi dengan obat-obatan penetral asam lambung. Namun, obat-obatan tersebut mungkin tidak efektif jika digunakan jangka panjang karena tidak mengatasi akar permasalahan penyakit itu.

Menurut dokter ahli gastroenterologi Marcellus Simadibrata, obat-obatan penetral asam lambung dulu memang menjadi primadona penderita maag. Ini karena obat-obatan tersebut dengan cepat dapat menetralkan asam lambung dengan memberikan obat yang bersifat basa, seperti natrium bikarbona atau antasida yang mengandung aluminium hidroksida.

"Obat-obatan itu dulu memang sering digunakan, namun kini sudah banyak berkurang," kata Marcellus saat diwawancarai di sela-sela Natural Wellness Symposium SOHO Global Health di Makassar, Sabtu (14/6/2014).

Penggunaan jangka panjang obat-obatan tersebut berisiko menimbulkan endapan pada ginjal. Jika dibiarkan maka akan merusak fungsi dari organ tersebut.

Menurut dia, obat-obatan penetral asam lambung tidak lagi banyak dipakai karena sebetulnya masalah penyebab maag bukan hanya di asam lambung. Asam lambung hanya merupakan hasil dari penyakit lainnya yang menjadi akar masalah.

"Akar masalahnya bisa berupa stres atau infeksi Helicobacter pylori. Jadi itulah yang harus diatasi," tegas Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Pengobatan juga bisa berupa penguatan dari lapisan lendir pada dinding lambung atau yang dikenal dengan istilah mukus mukosa. Lapisan ini berfungsi melindungi lambung dari faktor-faktor agresif yang menimbulkan peradangan pada lambung, termasuk asam lambung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi pengobatan yang efektif bukan hanya terfokus pada faktor agresif saja, melainkan juga pada penguatan pada mekanisme pertahanan yang dimiliki lambung," ujarnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X