Kompas.com - 24/06/2014, 16:58 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -Kesadaran menyusui meningkat pesat dalam beberapa waktu terakhir. Hasilnya, semakin banyak bayi yang mendapat ASI. Namun, kebanyakan keberhasilan itu hanya terjadi pada bayi yang sehat, sementara pada bayi yang sakit kesadaran untuk memberi ASI masih belum terlihat.
 
Dokter spesialis anak I Gusti Ayu Partiwi mengatakan, alur memberikan ASI di rumah sakit kepada bayi yang sakit seringkali tidak semudah yang terjadi pada bayi yang sehat. Inilah yang akhirnya membuat bayi sakit lebih mungkin untuk tidak mendapat ASI.
 
"Padahal bayi yang sakit justru sangat memerlukan ASI guna memperkuat daya tahan tubuhnya," ujar Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di sela-sela The First Breastfeeding Update: Breastfeeding Sickbabies pada Selasa (24/6/2014) di Jakarta.
 
ASI merupakan makanan yang paling tepat untuk bayi. Banyak penelitian menunjukkan, bayi yang mendapatkan ASI memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula.
 
Dalam kesempatan yang sama dokter spesialis anak sekaligus pakar neonatologi dari FKUI/RSCM Rinawati Rohsiswatmo mengatakan, upaya menekan angka kematian bayi perlu juga melihat ke sisi pemberian ASI pada bayi yang sakit. Alasannya, hal ini bersifat krusial dalam menentukan kesehatan bayi selanjutnya.
 
"Pemerintah bersikeras mencapai target Millenium Development Goals (MDGs), sementara pemberian ASI pada bayi yang sakit belum tertangani dengan baik. Padahal bayi sakit yang meninggal karena tidak disusui menyumbang angka kematian bayi yang cukup tinggi," papar Rinawati.
 
Bayi yang sakit didefinisikan sebagai bayi yang perlu dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Perawatan intensif ini dibutuhkan karena kondisi bayi yang lahir prematur atau belum cukup bulan, bayi berat lahir rendah, atau bayi dengan penyakit tertentu sehingga membuatnya tidak bugar.
 
Ia mengatakan, pemberian ASI pada bayi yang dirawat di NICU memang membutuhkan teknik tersendiri yang terus dipelajari dan dikembangkan saat ini. "Kita harus menaruh perhatian pada hal ini demi menekan angka kematian bayi," tandasnya.
 
Ketua IDAI Badriul Hegar mengatakan, semua bayi perlu mendapat ASI, tak terkecuali pada bayi yang sakit. Meski ada beberapa kondisi yang membuat bayi sakit sulit mendapat ASI seperti ibunya penyakit infeksi berat seperti HIV, serta ada kontraindikasi seperti tidak boleh mengonsumsi apapun lewat oral.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.