Kompas.com - 26/06/2014, 09:57 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
 

KOMPAS.com —
Wajar rasanya jika kita mendengar alergi udang, kacang, telur, atau susu. Ya, makanan-makanan tersebut memang paling sering menimbulkan alergi pada sebagian orang. Namun, alergi makanan sebenarnya juga bisa dipicu oleh gandum atau yang dikenal juga dengan istilah alergi gluten.
 
Alergi gluten memang masih belum banyak dikenal. Namun, tanpa sadar, banyak orang yang mungkin mengalaminya. Tanda yang mudah dikenali adalah bila terjadi reaksi seperti gatal atau kembung setelah mengonsumsi makanan mengandung gluten.
 
Dokter pakar imunologi Iris Rengganis mengatakan, saat gatal-gatal setelah makan roti, orang umumnya lebih dulu menyalahkan selai kacang yang mereka makan. Padahal, setelah ditelisik lebih dalam, mungkin yang memicu reaksi alergi adalah roti.
 
"Roti terbuat dari gandum yang mengandung gluten. Orang yang sensitif terhadap gluten, setelah makan makanan yang mengandung gluten, itu akan menimbulkan reaksi alergi," papar Iris dalam peluncuran produk bebas gluten oleh PT Nutrifood pada Rabu (25/6/2014) di Jakarta.
 
Semua reaksi alergi, ujar dia, dipicu oleh alergen yang berupa protein. Sementara itu, gluten merupakan salah satu jenis protein yang ada dalam gandum sehingga setelah mengonsumsi gluten sangat mungkin terjadi reaksi alergi.
 
Reaksi alergi terjadi karena respons sistem imun yang berlebihan terhadap suatu protein yang menjadi alergen. Gejala reaksi bisa terjadi dalam beberapa menit sampai dua jam. Cepat dan beratnya alergi ditentukan sensitivitas sistem imun pada makanan.
 
Pada sebagian orang, reaksi alergi terhadap makanan tertentu bisa menimbulkan anafilaksis yang merupakan reaksi alergi berat yang terjadi tiba-tiba. Anafilaksis juga dapat mengancam jiwa.
 
Meskipun sangat jarang ditemukan reaksi alergi gluten yang berujung pada anafilaksis, komplikasi dari alergi gluten juga dapat menurunkan kualitas hidup. Pasalnya, gejala alergi yang ditimbulkan pun tidak sedikit dan bervariasi, seperti nyeri perut, gas berlebihan pada lambung, kembung, sembelit, diare, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Gejala lainnya adalah nyeri sendi, gatal-gatal, memar, pembekakan perut, sariawan, sesak napas, dan kelelahan.
 
Untuk mengatasi reaksi alergi, hanya ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, menghindari alergen, yaitu dengan menghindari makanan yang mengandung gluten, serta dengan pengobatan imunosupresan.
 
 
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.