Kompas.com - 12/08/2014, 14:55 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Penyebaran penyakit bersumber dari binatang itu berlangsung cepat karena tingginya mobilitas manusia. ”Saat ini, rasanya tidak ada negara yang tak bisa dijangkau dalam sehari,” kata Nasrin.

Secara terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, meski tak bisa secara pasti diketahui penyakit baru yang akan muncul, peneliti bisa memprediksi jenis penyakit yang kemungkinan muncul lagi.

Sebagai contoh, tak ada yang memperkirakan bahwa akan muncul sindrom pernapasan Timur Tengah akibat virus korona (MERS Co-V) di Arab. Sementara peneliti memperkirakan virus influenza akan terus bermutasi dan mungkin ada penyakit flu baru.

”Dulu ada sindrom pernapasan akut parah (SARS), lalu beberapa waktu lalu ada MERS Co-V. Kemunculan penyakit sejenis yang baru itu bisa karena mutasi atau spesies penyebabnya berbeda,” kata Tjandra. Adapun ebola yang kini menjadi wabah di sejumlah negara di Afrika adalah contoh penyakit yang dulu ada, hilang, lalu saat ini muncul lagi.

Menurut dia, dalam menghadapi penyakit baru atau penyakit lama yang muncul kembali, hal terpenting adalah sistem kesehatan dan kepemimpinan kuat dalam pengendalian penyakit. Selain itu, perlu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan kerja sama lintas negara untuk mencegah rantai penyebaran penyakit lintas negara.

Indonesia, lanjut Tjandra, secara umum siap menghadapi ancaman penyakit baru atau penyakit yang muncul kembali. Balitbangkes telah memiliki tim untuk terus memantau penyakit baru ataupun penyakit lama yang muncul kembali.

Selain itu, Indonesia bersama Thailand menjadi dua negara Asia Tenggara yang ada di bawah WHO SEARO yang siap mengimplementasikan acuan internasional pengendalian penyakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Nasrin menilai Indonesia tak siap seandainya terjadi wabah penyakit. Sebab, mutu fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan masih perlu ditingkatkan. (ADH)

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Hong Kong
Flu Hong Kong
PENYAKIT
Lidah Berdarah
Lidah Berdarah
PENYAKIT
Kejang Demam
Kejang Demam
PENYAKIT
Listeriosis
Listeriosis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.