Kompas.com - 04/09/2014, 14:51 WIB
EditorLusia Kus Anna

Secara terpisah, Ali Ghufron menjelaskan, setiap 200-300 anggota jemaah didampingi seorang dokter dan dua perawat. Jadi, ada sekitar 670 dokter dan 1.300 perawat mendampingi
jemaah haji. ”Dulu, banyak dokter yang bertugas sekalian menunaikan ibadah haji. Tahun ini, 50 persen dokter bertugas khusus mendampingi jemaah haji,” kata Ali Ghufron.

Jika sakit, jemaah dianjurkan segera melapor kepada petugas kesehatan. Informasi ada jemaah sakit akan diteruskan ke Indonesia melalui sistem informasi kesehatan. Jadi, jika jemaah itu diduga terinfeksi penyakit menular, pencegahan dan perawatan disiapkan di dalam negeri.
Dunia ”kalah”

Presiden Kelompok Dokter Lintas Batas (MSF) Internasional Joanne Liu menyatakan, dunia telah ”kalah” melawan virus ebola yang terus menyebar tak terkendali. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun memperingatkan bahaya krisis pangan di negara-negara Afrika Barat yang terjangkit ebola.

Dalam pengarahan di PBB, New York, kemarin, MSF mendesak pemimpin dunia merespons lebih cepat untuk mengatasi bencana biologi global itu. Tujuannya, agar bantuan obat-obatan, pangan, dan personel dikirim segera ke Afrika Barat.

”Enam bulan terakhir ini adalah epidemi ebola terburuk dalam sejarah. Dunia telah kalah melawan virus ebola. Pemimpin dunia juga gagal mengatasi ancaman transnasional ini,” kata Liu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 8 Agustus, mengumumkan, epidemi ebola itu jadi keprihatinan internasional dan belum ada tindakan tegas untuk mengatasinya.

Data WHO menyebutkan, wabah ebola yang muncul lagi sejak awal 2014 menginfeksi 3.069 orang dan menewaskan 1.552 orang. WHO khawatir, ebola akan terus menyerang 6-9 bulan ke depan dan menginfeksi lebih dari 20.000 orang.

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB mengingatkan, di negara-negara terjangkit ebola harga pangan tambah mahal. Perwakilan FAO Regional Afrika Bukar Tijani mengatakan, panen terancam gagal, sedangkan perdagangan dan pergerakan barang dilarang terkait wabah ebola. Wilayah itu pun terancam rawan pangan beberapa minggu hingga beberapa bulan mendatang. (ADH/IAM/LOK/AFP/REUTERS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.