Kompas.com - 09/09/2014, 07:04 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Siapa yang betah berlama-lama tinggal di rumah sakit? Selain karena rasa bosan dan terapi pengobatan yang tidak enak, ternyata opname yang lama di rumah sakit dapat meningkatkan risiko terkena infeksi yang lebih parah.

Menurut para peneliti, semakin lama seseorang tinggal di rumah sakit, semakin rentan ia terkena infeksi bakteri yang kebal obat.

Sebuah riset dilakukan untuk meneliti 949 kasus infeksi dari serangga yang tahan obat bernama bakteri gram-negatif dari tahun 1998 hingga 2011. Hasilnya menunjukkan bahwa satu hari menginap di rumah sakit saja akan memperbesar risiko terkena infeksi kebal obat sebesar 1%.

Infeksi bakteri gram-negatif diketahui menjadi penyebab masalah dari beberapa penyakit akut dan infeksi seperti pneumonia (radang paru), infeksi saluran darah, infeksi pascaoperasi dan meningitis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa bakteri gram-negatif resisten terhadap sejumlah jenis obat dan semakin kuat terhadap beberapa antibiotik.

Penggunaan obat dan antibiotik yang tidak rasional membuat serangga itu terbiasa terhadap semua obat itu. Akibatnya, mereka bermutasi sehingga obat itu jadi tidak efektif untuk melawan penyakit.

CDC mengatakan, setidaknya 2 juta orang terinfeksi oleh bakteri yang tahan antibiotik dan 23.000 orang telah meninggal karena infeksi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X