Kompas.com - 25/09/2014, 15:52 WIB
Ari Wibowo, remaja berusia 16 tahun yang menderita penyakit kulit langka. dailymail.co.uk/Nurcholis Anhari LubisAri Wibowo, remaja berusia 16 tahun yang menderita penyakit kulit langka.
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com — Ari Wibowo, remaja 16 tahun, tengah berusaha menjalani hidup normal seperti teman-teman seusianya. Kondisi tubuh Ari memang tampak lain dengan anak lainnya, penyakit langka yang ia derita membuat kulitnya bersisik seperti ular di sekujur tubuhnya, mulai dari wajah hingga telapak kaki.

Foto-foto Ari ini dipublikasikan situs dailymail.co.uk yang merupakan hasil jepretan fotografer dokumenter di Indonesia, Nurcholis Anhari Lubis.

"Ini benar-benar menyedihkan karena dia tidak dilahirkan secara normal dan memiliki kulit bersisik di sekujur tubuhnya, mirip dengan orang yang terkena luka bakar parah dari telapak kaki sampai kepalanya," kata Lubis kepada Daily Mail Australia.

Pada orang yang normal, sel-sel kulit diganti setiap 28 hari sekali. Namun, sejak lahir Ari mengalami pergantian kulit setiap 41 hari sekali. Untuk menjaga kulitnya tidak mengeras dan mengerut, setiap hari Ari harus merendam tubuhnya selama satu jam. Tak hanya itu, ia harus mengoleskan lotion ke seluruh tubuhnya agar kulitnya tidak terlalu kering.

Karena kondisi kulitnya ini Ari mengalami kesulitan berbicara dan penglihatannya terganggu. Ia pun dijuluki snake boy karena sisik kulitnya seperti ular.

"Jika dia tidak melembabkan atau merendam kulitnya dalam air, tubuhnya akan mengerut dan mengeras seperti patung dan dia akan sulit bergerak," kata Lubis.

Ironisnya, tidak ada sekolah yang mau menerima Ari sebagai murid karena takut penyakit kulitnya akan menular pada guru maupun siswa lain. Ari pun akhirnya belajar sendiri dan kurang bersosialisasi dengan masyarakat atau teman-teman seusianya.

dailymail.co.uk/Nurcholis Anhari Lubis Ari Wibowo (16), remaja di Tangerang Selatan yang memiliki kulit bersisik seperti ular di sekujur tubuhnya.

Menurut keluarganya, dokter di rumah sakit tempat Ari dilahirkan tak mampu mengobati penyakit kulit yang diderita Ari. Dokter pun meminta keluarga untuk membawa Ari pulang dari rumah sakit.

Beberapa warga sekitar bahkan menduga bahwa kondisi kulit yang terjadi pada Ari akibat perilaku ibunya saat hamil. Mereka berpikir bahwa sang ibu pernah menganiaya binatang ketika hamil sehingga memengaruhi kondisi anak saat dilahirkan.

"Saya tidak percaya mitos, tetapi di Indonesia, masih banyak orang yang percaya ini," kata Lubis.

Sementara itu, seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Ari menderita eritroderma atau dikenal dengan red man syndrome, yaitu kelainan pada kulit yang menyebabkan kulit di sebagian besar tubuhnya bersisik dan mengelupas.

Menurut Lubis, Ari bisa menjalani hidup seperti teman-teman seusianya. Ia makan dan minum seperti halnya mereka yang memiliki kulit normal. Ari pun sangat doyan makan mi instan dan biskuit. Meski menderita penyakit kulit yang langka, kini Ari mencoba hidup normal di tempat tinggalnya kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.


Sumber Dailymail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X