Kompas.com - 26/09/2014, 07:40 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Payudara merupakan salah satu organ vital bagi wanita. Namun, bagian ini juga rentan terserang kanker payudara. Sejumlah wanita pun terpaksa mengangkat payudara mereka atau melakukan mastektomi untuk menyembuhkan kanker. Ada pula yang melakukannya hanya untuk mencegah terkena kanker.

Lalu apakah para wanita menyesal telah melakukan mastektomi? Sebuah studi terbaru menyatakan para perempuan tidak menyesali keputusan itu.

Peneliti dari Mayo Clinic menyatakan bahwa 83 persen wanita merasa senang dengan keputusan mengangkat payudara mereka setelah menjalaninya selama 10 tahun. Sebagian besar juga memilih untuk rekonstruksi payudara.

Survei dilakukan terhadap 583 wanita penderita kanker yang menjalani operasi dari tahun 1960 sampai 1993. Studi mereka ini dipublikasikan dalam jurnal Annals of Surgical Oncology.

Meski demikian, berdasarkan penelitian sebelumnya, mastektomi ganda atau mengangkat kedua payudara tidak membuat kelangsungan hidup pasien lebih baik daripada yang melakukan operasi dengan radiasi.

Journal of American Medical Association mengungkapkan, bahwa wanita yang melakukan operasi konservasi payudara memiliki tingkat kelangsungan hidup 83,2 persen. Sementara itu, wanita yang melakukan operasi mastektomi ganda memiliki tingkat kelangsungan hidup 81,2 persen.

Sementara itu,  survei Mayo Clinic juga menyatakan pasien yang telah melewati mastektomi lebih dari 20 tahun memiliki tingkat kepuasan lebih tinggi. Sebanyak 92 persen mengaku tidak menyesali keputusan mereka.

Salah satu wanita yang menjalani mastektomi ganda yaitu akrtis Hollywood Angelina Jolie. Jolie memutuskan menangkat kedua payudaranya untuk menurunkan risiko kanker payudara terhadap dirinya. Keputusan ini dilakukan Jolie mengingat ibundanya yang meninggal dunia karena kanker payudara pada usia 56 tahun.

Jolie pun mengaku tak menyesali keputusannya dan didukung penuh oleh sang suami, Brad Pitt. Menurut Jolie, keputusan ini ia ambil agar dapat hidup sehat lebih lama bersama suami dan keenam anak mereka.

Jolie membawa gen BRCA1 yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium. Jolie mengaku 87 persen berisiko terkena kanker payudara dan setelah menjalani operasi, risikonya menjadi di bawah 5 persen.

Operasi yang dilakukan Jolie ternyata menginspirasi banyak wanita di Inggris untuk memeriksa kesehatan payudara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.