Kompas.com - 04/10/2014, 10:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Waspadalah ketika indera penciuman tak lagi tergoda wangi parfum ataupun sedapnya aroma makanan. Ada kemungkinan kita menderita penyakit serius. Penelitian baru menemukan pria dan wanita yang kehilangan ketajaman indera penciuman lebih rentan enam kali untuk meninggal dalam lima tahun ke depan.

Ketidakmampuan mengidentifikasi ikan, mawar, kulit, jeruk, dan pepermint, lima aroma yang digunakan dalam penelitian, dapat memprediksi kematian dalam lima tahun. Temuan ini memang aneh dan mengejutkan namun penciuman yang buruk menaikkan risiko kematian lebih dari penyakit medis termasuk kanker.

Peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, memburuknya penciuman tak secara langsung menyebabkan kematian. Berkurangnya penciuman itu merupakan peringatan dini atas sesuatu yang berjalan tak semestinya. Mereka percaya bahwa uji penciuman sederhana bisa digunakan untuk mengidentifikasi lansia yang paling berisiko mengalami kematian dini.

"Dari semua indera manusia, penciuman termasuk paling diremehkan, sampai penciuman itu hilang," ujar Jayant Pinto, peneliti dari University of Chicago.

Para ahli dari Inggris memperingatkan masyarakat untuk tidak panik. Menurut mereka, diperlukan riset lebih jauh untuk mengonfirmasi kebenaran penelitian tersebut.

Riset yang pertama meneliti penciuman dan kematian ini melibatkan lebih dari 3.000 pria dan wanita usia 57 dan 58. Mereka diminta menjalani tes penciuman tiga menit. Mereka diminta mencium wangi yang diberikan lewat peralatan yang mirip ujung pena dan diberikan empat jawaban yang mungkin. Mereka menjalani tes ini selama lima kali. Wewangian yang diberikan diurutkan dari yang mudah ke sulit, pepermint, ikan, jeruk, mawar, dan kulit.

Sebagian besar pria dan wanita itu paling tidak menjawab empat pertanyaan dengan benar. Itu artinya, mereka memiliki penciuman normal. Hampir 20 persen hanya mengidentifikasi dua atau tiga. Ini menandakan sedikit berkurangnya penciuman. Sekitar 3,5 persen hanya menjawab satu dengan benar atau salah semua. Mereka ini dikatakan menderita anosmic atau kehilangan penciuman sama sekali.

Lima tahun kemudian, 430 pria dan wanita itu meninggal. Mereka yang gagal dalam tes tersebut sekitar enam kali lebih berisiko meninggal dibandingkan mereka yang memiliki penciuman sehat. Begitu kata penelitian yang dimuat di jurnal PLOS ONE.

Penemuan tersebut sebagian bisa dijelaskan dengan usia, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi. Namun, ketika semua faktor itu diperhitungkan, mereka yang kehilangan indera penciuman berisiko lebih besar tiga kali untuk meninggal. Bahkan kehilangan penciuman dengan level sedang bisa meningkatkan risiko kematian dini.

Sebenarnya, tidak mampu mencium dengan benar memberikan peringatan dini akurat akan adanya kematian dini dibandingkan penyakit kanker atau gagal jantung. Hanya kerusakan hati parah yang sangat terkait dengan kematian dalam lima tahun ke depan.

Halaman:
Sumber Daily Mail

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.