Kompas.com - 10/10/2014, 07:05 WIB

"Saya jadi paranoid dengan lingkungan. Tak berani ke mana-mana karena merasa ada orang yang mau membunuh saya," kata ibu satu anak ini.

Keluarganya lalu memasukannya ke rumah sakit jiwa di Yogyakarta. Keluar dari sana, ia patuh mengonsumsi obat yang diberikan dokter sehingga bisa beraktivitas di tengah masyarakat. Ia pernah menjajal profesi sebagai tim sales asuransi dan tenaga administrasi.

Siti kini aktif mengajar di beberapa tempat les bimbingan belajar. Ia juga berencana untuk membuka usaha sendiri. "Saya sedang mengumpulkan biaya untuk kuliah anak saya," katanya.

Terapi

Meski belum ada terapi yang bisa menyembuhkan skizofrenia, tapi kekambuhan penyakit ini dapat dicegah dan dikendalikan. Apalagi jika dilakukan saat penyakit ini masih pada tahap awal seperti yang dialami Siti.

Terapi skizofrenia biasanya merupakan kombinasi antara pengobatan dan psikoterapi. Pengobatan untuk menurunkan gejala, dan psikoterapi akan membantu pasien memahami dan menerima penyakitnya. "Dengan begitu mereka jadi paham mengapa harus minum obat terus," kata Ratih Ibrahim, psikolog klinis dalam acara yang sama.

Menurut National Alliance for the Mentally Ill AS, tingkat keberhasilan pengobatan skizofrenia saat ini adalah sekitar 60 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasien penyakit jantung yang hanya 41-52 persen. Sayangnya Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal akses pengobatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang ada kesenjangan layanan, saat ini baru RS Jiwa atau RS pendidikan yang bisa melayani pasien gangguan jiwa. Sehingga banyak pasien yang terlambat mendapat pertolongan, terutama dari daerah terpencil," kata Dr.Eka Viora, Sp.KJ, Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes.

Namun menurut dr.Eka dengan disahkannya UU No.18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, orang dengan masalah kesehatan mental dijamin negara. "Pemerintah juga bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu fasilitas rujukan bagi pasien," imbuhnya.

Ratih menambahkan, peran keluarga dan dukungan lingkungan sangat penting untuk mendukung kesembuhan. "Pasien mungkin merasa dirinya baik-baik saja sehingga tak mau minum obat. Tapi orang lain dan keluarga yang melihat tahu ada sesuatu yang tidak sinkron. Jadi penting untuk mengingatkan," katanya.

Karena skizofrenia adalah penyakit kronis, maka terapinya pun juga bersifat jangka panjang. "Keluarga butuh untuk paham dan bisa menerima pasien dengan baik sehingga perlakuannya pun jadi manusiawi," imbuhnya.

Dengan kondisi terkontrol, mereka yang sudah pulih bisa produktif dan berkarya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
Lichen Planus

Lichen Planus

Penyakit
Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Health
Bercak Mongol

Bercak Mongol

Penyakit
Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Health
Floaters

Floaters

Penyakit
Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.