Kompas.com - 13/10/2014, 19:00 WIB
Pamflet peringatan wabah ebola di Kota Monrovia, Liberia, Sabtu (17/8/2014). AP PHOTOPamflet peringatan wabah ebola di Kota Monrovia, Liberia, Sabtu (17/8/2014).
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Wabah ebola terus menebar teror dalam beberapa bulan terakhir, bahkan penularannya sudah terjadi di luar negara Afrika. Tapi apakah wabah ini bisa menyebabkan pandemi global yang mirip dengan AIDS?

Dalam pertemuan di Washington DC, AS, (9/10/14), Dr Tom Frieden, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), membandingkan dua penyakit tersebut (Ebola dan AIDS).

“Selama 30 tahun saya bekerja di bidang kesehatan masyarakat, satu-satunya hal yang seperti ini hanyalah AIDS. Kita harus berjuang lebih keras agar wabah ebola ini bukanlah AIDS berikutnya," katanya.

Ebola dan HIV (virus penyebab AIDS) memang memiliki sejumlah kesamaan. Keduanya menyebar melalui cairan darah dan tubuh, keduanya memiliki resiko kematian yang tinggi, dan keduanya muncul dan menyebar di Afrika. "Selain itu para peneliti belum mampu mengembangkan vaksin untuk melawan virus tersebut" kata Dr Amesh Adalja, seorang dokter penyakit infeksi di Universitas Pittsburgh.

Tetapi ada perbedaan besar juga antara kedua virus, yang akan mencegah infeksi ebola menyebar luas layaknya AIDS.

HIV memiliki periode yang panjang di mana seseorang dapat menyebarkan virus tersebut meski gejala penyakitnya belum muncul. Orang tersebut bisa tampak sehat meski memiliki HIV dan dapat menyebarkan virusnya melalui melalui aktivitas seksual atau berbagi jarum suntik.

"Sebaliknya, virus ebola tidak menyebar dari orang-orang yang belum memiliki gejala, dan begitu mereka terinfeksi mereka akan merasa terlalu sakit untuk melakukan aktivitas seperti biasanya," kata Adalja.

Menurut Adalja, fakta ebola tidak memiliki periode laten, akan menjadi salah satu faktor pembatas penyebarannya.

Dr Bruce Hirsch, seorang spesialis penyakit infeksi di North Shore University Hospital di Manhasset, New York, setuju.

"Saya tidak berpikir bahwa ebola memiliki potensi untuk menjadi AIDS berikutnya di dunia," kata Hirsch.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Splenomegali
Splenomegali
PENYAKIT
Orkitis
Orkitis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
Eritema Multiforme

Eritema Multiforme

Penyakit
7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

Health
Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Health
13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.