Kompas.com - 22/10/2014, 15:46 WIB
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik. TRIBUN / DANY PERMANAPresiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik.
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com -
Setelah pelantikan presiden dan wakil presiden, seluruh masyarakat Indonesia kini menanti pengumuman siapa para menteri yang akan membantu di kabinet Presiden Jokowi. Diharapkan setiap personel yang menjadi pilihan presiden adalah seseorang yang memiliki kapabilitas di bidangnya. Untuk calon menteri kesehatan mendatang, diharapkan figur yang terpilih adalah orang yang punya visi menyehatkan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan dr.Kartono Muhammad, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia. Menurutnya, menteri kesehatan yang baru memiliki visi untuk membuat Indonesia lebih sehat, bukan hanya mementingkan pengobatan saja.

"Tugas seorang menkes bukan menyembuhkan orang sakit, tapi menjaga rakyat Indonesia selalu sehat, karena itu akan menjadi modal buat pembangunan," katanya disela acara jumpa pers Asia Health Index 2014 yang diadakan oleh Sun Life Financial di Jakarta (22/10/14).

Ia mengingatkan, persaingan antar bangsa di era mendatang bukan lagi bermodalkan sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia. "Untuk bisa bersaing, tentu saja manusianya harus sehat sejak kecil, saat remaja, sehingga saat dewasa akan pintar. Percuma dididik dengan canggih tapi sakit," ujar Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Pengendalian Tembakau ini.

Untuk menjaga rakyatnya sehat, tentu saja pemerintah melalui kementrian kesehatan harus memiliki program-program pencegahan penyakit sebelum penyakit itu mendatangi rakyatnya.

"Karena sekarang sudah ada BPJS, maka menkes yang baru seharusnya tidak lagi memikirkan pengobatan. Anggaran kesehatan yang ada harus diarahkan untuk menjaga agar rakyat tidak sakit," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X