Mampukah Menkes Lakukan Pemerataan Dokter di Daerah?

Kompas.com - 27/10/2014, 18:30 WIB
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Kesehatan Nila F Moeloek, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
- Jumlah dokter di Indonesia sudah cukup banyak. Hanya saja, penyebaran para dokter ini tidak merata. Banyak dokter yang menumpuk di kota-kota besar. Sementara sejumlah daerah terpencil belum tersentuh pelayanan kesehatan yang layak karena kurangnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang tidak memadai.

Masalah yang sudah terjadi selama bertahun-tahun itu kini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diatasi Menteri Kesehatan (Menkes) yang baru Nila Djuwita Moeloek.

"Bu Nila diharapkan bisa melakukan pemerataan tenaga kesehatan untuk mengisi daerah yang belum ada dokternya dan juga pemerataan fasilitas kesehatan,"ujar Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zaenal Abidin saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/10/2014).

Pemerataan dokter di sejumlah daerah pun harus didukung peningkatan kemampuan sumber daya manusianya. Perlu dipikirkan pula kesejahteraan para dokter yang ditugaskan di daerah terpencil. Zaenal menilai Nila memiliki komitmen dan inovasi untuk pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia.

"Memeratakan pelayanan kesehatan tidak gampang. Anggaran juga dipikirkan. Bu Nila bisa koordinasi dengan lintas sektor terkait," kata Zaenal.

Menurut Zaenal, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu memang pantas menduduki posisi menteri kesehatan karena telah memiliki banyak pengalaman di bidang kesehatan. Sosok Nila sendiri dikenal Zaenal sebagai pribadi yang baik dan terbuka menerima masukan dari banyak pihak.

"Beliau rajin mendengar pendapat orang lain. Dia profesor, tapi tidak merasa pintar sendiri," kata Zaenal.

Nila telah resmi menjabat Menteri Kesehatan periode 2014-1019 setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, siang tadi. Nila menggantikan posisi Nafsiah Mboi yang berakhir masa jabatannya.

Nama Nila Moeloek memang tidak asing di dunia kesehatan. Terlebih, dokter spesialis mata ini pernah diproyeksikan menjadi menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu II era Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa alasan yang jelas, ia batal dilantik meski sudah mengikuti proses seleksi. Akhirnya Nila dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X