Jadi Peserta BPJS Jangan Tunggu Jatuh Sakit

Kompas.com - 06/11/2014, 17:27 WIB
Seorang warga menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Pos Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014). Dian MaharaniSeorang warga menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Pos Jakarta Pusat, Senin (3/11/2014).
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menekankan pentingnya mencegah penyakit. Ia mengimbau masyarakat mampu untuk memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebelum jatuh sakit atau sejak masih sehat.

"Jangan tunggu jatuh sakit. Sebelum jatuh sakit, kita sudah sedia payung sebelum hujan. Supaya sistem gotong royong ini berjalan coba digaris bawahi," tegas Nila di Gedung Kementerian Kesehatan, Rabu (5/11/2014).

Sistem gotong royong ini dilakukan mulai dari masyarakat mampu secara ekonomi. Untuk diketahui, peserta BPJS kesehatan terbagi dalam tiga kelas, kelas III membayar premi atau iuran Rp 25.500 per bulan, kelas II sebesar Rp 42.500 per bulan, dan kelas I Rp 59.500 per bulan.

"Kalau kita semua di ruangan ini sehat dan kita sudah ikut kartu. Coba anggaplah kita bayar Rp 25 ribu, itu kita sudah mambantu mengumpulkan sekian uang yang sedang dibutuhkan untuk orang sakit," terang Nila.

Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo, ia menilai saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan kartu jaminan kesehatan ketika sudah sakit parah. Biaya yang dikeluarkan akhirnya melonjak.

"Kita harapkan masyarakat kalau ikut BPJS jangan pas waktu sakit. Jadi waktu sehat jadi lah peserta BPJS," imbuhnya.

Dengan paradigma sehat, Nila mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, menjaga kebersihan, dan berolahraga. Masyarakat juga diharapkan melakukan deteksi dini untuk mencegah suatu penyakit diketahui ketika sudah parah. Saat ini, pemerintah pun memiliki program baru yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dilaksanakan oleh BPJS.

Peserta KIS yaitu diprioritaskan kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan bayi yang baru lahir. KIS akan lebih mengintensifkan layanan preventif, promotif, dan deteksi dini.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X