Kompas.com - 11/11/2014, 08:00 WIB
Ilustrasi | Shutterstock Ilustrasi | ShutterstockIlustrasi | Shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Kasus kanker usus besar diperkirakan bakal banyak dialami oleh orang muda dalam 20 tahun mendatang. Sementara kasus kanker usus besar di usia di atas 50-an menurun.

Data penelitian dari 1975 hingga 2010 menunjukkan kasus kanker usus besar di antara kaum lanjut usia menurun. Namun terjadi peningkatan pasien usia 20 sampai 49 tahun. Peningkatan terbesar 1,99 persen ada pada pasien usia 20 sampai 34.

Mirisnya, sampai 2020 kejadian kanker usus besar pada usia 20-34 tahun itu bakal meningkat hingga 37,8 persen. Hingga 2030 kejadian itu menjadi 90 persen. Sementara kasus pada pasien lebih dari 50 tahun mengalami penurunan sampai 23,2 persen di 2020 dan 41,1 persen di 2030.

Penemuan ini tentu saja mengejutkan karena kanker yang terjadi di usus besar ini umumnya dialami oleh lansia. Di Inggris sembilan dari 10 pasien kanker usus besar berusia di atas 60 tahun.

Dr. Christina Bailey dari University of Texas mengatakan, "Peningkatan kejadian kanker kolorektal di antara kaum muda memprihatinkan dan perlu diselidiki penyebab potensial dan pengaruh eksternalnya sepertinya kurangnya deteksi dini dan faktor perilaku."

Riset sebelumnya menemukan mengemil cokelat, biskuit, cake, minuman soda bisa meningkatkan risiko terkena kanker ini. Telah dikenal luas pula bahwa daging merah dan olahan seperti bacon dan sosis ada kaitannya dengan kanker kolon.

Tiga gejala kanker ini adalah darah di buang air besar, perubahan kebiasaan buang air besar (lebih sering, feses encer) dan nyeri perut. Deteksi dini umumnya direkomendasikan untuk orang dewasa di atas 50 tahun dan jarang dianjurkan untuk usia di bawahnya. Ini artinya, bakal banyak pasien yang dideteksi terlambat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Usus Buntu
Usus Buntu
PENYAKIT
Oligomenore
Oligomenore
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.