Kompas.com - 17/11/2014, 14:15 WIB
EditorLusia Kus Anna

Setiap tahun ada 5,4 juta remaja putri berumur 15-19 tahun di seluruh Asia Pasifik yang melahirkan. Sementara Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 menunjukkan, dari 1.000 remaja putri kelompok usia yang sama, sebanyak 6,9 orang di antaranya sudah hamil dan melahirkan.

Korban kekerasan

Selain mengalami kehamilan tidak diinginkan karena pemahaman minim soal kesehatan reproduksi, saat ini banyak remaja akhirnya justru menjadi korban kekerasan. Mereka sering kali dipaksa pasangannya untuk menggugurkan kandungan, dipaksa orangtuanya untuk menikah meskipun belum menginginkannya atau diusir dari rumah, dan dikeluarkan dari sekolah ataupun jadi pergunjingan masyarakat sekitarnya.

Peneliti independen tentang kekerasan terhadap perempuan, Henrica AFM Jansen, mengatakan, kekerasan umumnya membuat perempuan rentan memiliki kesehatan fisik yang buruk, mudah muncul berbagai gejala penyakit fisik ataupun mental, dan mendorong mereka pada tindakan aborsi tidak aman yang bisa mengancam jiwa. Lebih lanjut, mereka bisa terjebak pada kekeliruan mengasuh anak. Kondisi itu sering kali juga memicu bunuh diri.

Buruknya pengasuhan anak yang dilakukan orangtua yang masih remaja juga bisa melanggengkan kekerasan. ”Anak laki-laki yang menjadi korban kekerasan ayahnya memiliki potensi tiga kali lebih besar untuk melakukan hal yang sama,” kata Jansen. (MZW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber KOMPAS

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.