Kompas.com - 18/11/2014, 12:00 WIB
2/3 anak yang gemuk sejak kecil, ketika dewasa juga akan mengalami kegemukan. shutterstock2/3 anak yang gemuk sejak kecil, ketika dewasa juga akan mengalami kegemukan.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Siapa tak kenal antibiotik? Obat yang satu ini dipercaya mampu mengatasi segala macam penyakit. Padahal, enggak juga tuh! Terlalu sering mengonsumsi antibiotik justru berdampak buruk, salah satunya, memicu kelebihan berat badan.

Penelitian terbaru menemukan, pemakaian antibiotik yang terlalu sering, terutama pada anak usia di bawah 2 tahun, ditengarai menjadi salah satu penyebab kelebihan berat badan, bahkan obesitas. Hasil penelitian ini diungkap pakar bakteri dari India, Satya Swarama, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dikatakan bahwa penggunaan antibiotik yang terlalu sering memiliki efek negatif terhadap keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Hal ini bisa membuat sistem metabolisme terganggu, penyerapan makanan tidak sempurna, dan diyakini dapat membuat anak mengalami kegemukan.

Menurut dr.Ahmad Fuady, Msc, antibiotik memang dicurigai sebagai salah satu faktor yang menyebabkan obesitas pada anak-anak. Terutama jika antibiotik diberikan sebelum usia anak mencapai 2 tahun, dengan pemberian antibiotik sekitar 3-5 episode, yakni dalam 2 tahun anak diberikan antibiotik sebanyak 3-5 kali.

Misalnya, Januari sakit, anak diberi antibiotik untuk konsumsi seminggu. Lalu Mei sakit lagi dan diberi antibiotik selama seminggu. Agustus pun sakit lagi, kemungkinan akan diberi obat dari jenis yang sama. Nah, pemberian 3 episode ini yang dapat memicu kelebihan berat badan pada anak.

Jenis antibiotik yang dianggap beresiko menimbulkan obesitas adalah antibiotik spektrum luas, yakni antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis bakteri, seperti antibiotik jenis tetrasiklin yang efektif terhadap bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Artinya, ini bukan jenis antibiotik spektrum sempit yang khusus ditujukan untuk jenis bakteri tertentu.

Pemberian antibiotik spektrum luas akan membuat seluruh bakteri yang ada dalam tubuh mati, termasuk bakteri baik yang ada di dalam usus. Sementara antibiotik spektrum sempit, misalnya antibiotik untuk penyakit paru, yang dituju umumnya hanya bakteri yang menginfeksi paru-paru seperti pneumokokus penumoniae.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kita juga perlu memahami bahwa tak hanya antibiotik yang dapat memicu kegemukan. Penyebab kegemukan itu multifaktor, seperti faktor genetik dari orangtua, konsumsi makanan karbohidrat dan lemak tinggi, kurang bergerak atau berolahraga.

Yang terpenting adalah kita bijak menggunakan antibiotik. Dokter seharusnya tidak begitu mudah meresepkan antibiotik dan orangtua tidak menuntut untuk diresepkan antibiotik jika tak dibutuhkan. Pemebelian antibiotik secara bebas di toko obat pun sebaiknya tak dilakukan. Misalnya antibiotik amoxicillin (spektrum luas) sering ditemukan di toko obat.

Ingat, pemakaian antibiotik harus dikontrol oleh dokter, apakah perlu dilanjutkan atau tidak, perlu jenis yang sama atau diubah ke jenis yang lain. Yang jelas, setiap kali antibiotik habis sementara penyakit belum sembuh, perlu dikonsultasikan kembali ke dokter. (Nakita/Irfan Hasuki)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
Cacar Api

Cacar Api

Penyakit
7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

Health
Ptosis

Ptosis

Penyakit
9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.