Kompas.com - 18/11/2014, 15:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mata sangat rentan terhadap berbagai gangguan, termasuk sinar matahari. Sinar ultraviolet ternyata bukan hanya membuat mata silau, tapi juga bisa merusak saraf mata atau retina.

Menurut dr.Yudisianil E.Kamal, Sp.M (K), staf ahli divisi refraksi dan lensa kontak RSCM Kirana, sinar ultraviolet dapat bersifat toksik ke saraf mata atau retina.

"Sebenarnya di mata kita ada media yang membuat sinar yang tidak sehat tidak begitu saja gampang masuk, yakni dengan adanya kornea dan lensa. Kornea akan menapis dan menyerap sinar ultraviolet yang bersifat merusak retina," katanya dalam acara diskusi yang diadakan oleh Transitions Optical di Jakarta (17/11/14).

Tetapi, pajanan sinar ultraviolet terus menerus bisa menyebabkan gangguan pada mata, misalnya saja katarak atau penyakit pterigium ( selaput pada mata).

"Sinar ultraviolet ini hanya salah satu faktor risiko, selain juga usia, penyakit diabetes, dan penggunaan obat steroid," katanya.

Oleh karena itu, lindungi mata dari paparan sinar ultraviolet saat berada di luar ruangan. Misalnya saja dengan penggunaan topi atau kacamata yang bisa menahan sinar matahari.

Perkembangan teknologi dalam lensa kacamata telah menghasilkan lensa fotokromik yang bisa melindungi mata dari sinar ultraviolet sekaligus lebih cepat beradaptasi di berbagai kondisi cahaya.

Lance Lim, Marketing Manager Transitions, mengatakan, generasi terbaru lensa fotokromik sudah memiliki kemampuan adaptif terhadap berbagai kondisi pencahayaan, sehingga lebih nyaman dan membuat penglihatan lebih jernih. Dengan teknologi ini lensa kacamata akan berubah secara otomatis menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

"Saat ini cukup banyak lensa kacamata yang mengklaim memakai teknologi fotokromik, tapi saat dipakai di dalam ruangan ternyata kurang jernih. Lensa yang baik itu seharusnya memiliki performa prima di berbagai kondisi," katanya.

Penggunaan lensa fotokromik, menurut Yudusianil, juga bisa membantu suasana mata lebih teduh saat berada di luar ruangan, sehingga pupil mata menjadi lebih kecil dan tajam penglihatan lebih baik.

Namun, penggunaannya juga disesuaikan dengan kebutuhan. "Untuk orang pekerjaannya membutuhkan tingkat kecerahan dan warna yang presisi boleh dipertimbangkan," katanya.

Tetapi, lanjutnya, sebenarnya yang lebih penting adalah memeriksa kelainan mata di dokter mata sehingga bisa diperoleh ukuran lensa yang tepat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.