Kompas.com - 19/11/2014, 07:05 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Mereka yang gemar berolahraga atau ingin menambah stamina dengan cepat kerap memilih minuman energi. Namun, sebaiknya hindari minuman ini untuk anak-anak karena efeknya bisa fatal.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, ribuan anak menghadapi ancaman kesehatan serius dan berpotensi kematian akibat mengonsumsi minuman berenergi.

Lebih dari 5.000 kasus orang jatuh sakit akibat minuman energi yang telah dilaporkan di Amerika Serikat antara 2010 dan 2013, dan hampir setengah dari kasus tersebut merupakan anak-anak. Demikian hasil studi yang dipresentasikan pada pertemuan Asosiasi Jantung Amerika, Senin (17/11/14).

Efek samping serius minuman ini, antara lain, kejang, irama jantung yang tidak teratur, serta tekanan darah yang sangat tinggi. Efek samping itu biasanya ditemukan pada anak berusia kurang dari 6 tahun yang mengonsumsi minuman itu tanpa menyadarinya.

"Mereka tidak pergi ke toko dan membelinya. Mereka menemukannya di dalam lemari es, atau ditinggalkan oleh orangtuanya di meja," kata rekan penulis studi, Dr Steven Lipshultz, Kepala Dokter Anak di Rumah Sakit Anak Michigan.

Minuman berbahaya?

Minuman energi biasanya mengandung kadar gula yang tinggi dan kafein sedikitnya sama dengan yang terdapat pada secangkir kopi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, efek peningkatan energi yang cepat dari minuman ini berasal dari campuran bahan-bahan lainnya, mulai dari taurin dan l-carnitine, asam amino, sampai ginseng.

Meskipun demikian, penelitian mengungkap bahwa "bahan campuran khusus" itu meningkatkan konsentrasi tak lebih baik dari secangkir kopi. Malah, minuman energi dapat memiliki efek samping yang buruk.

Pada tahun 2007, Lipshultz mulai menyadari bahwa anak-anak dan orang dewasa yang mengonsumsi minuman energi masuk  ke ruang gawat darurat karena sakit. Ia mulai bertanya-tanya apakah masalah tersebut akan menjadi tren baru. Ia dan timnya mulai melacak data dari Pusat Kontrol Racun di seluruh dunia.

Pada tahun 2011, ia melaporkan bahwa kasus penyakit yang berhubungan dengan konsumsi minuman energi melejit dengan efek samping seperti gangguan jantung, kerusakan hati, kejang, dan bahkan kematian. Dalam sebuah studi terpisah, Pemerintah AS menemukan bahwa kunjungan ruang gawat darurat yang berhubungan dengan konsumsi minuman energi tumbuh pesat antara 2005 dan 2011. Demikian kata Lipshultz.

Minuman energi yang mengandung zat tambahan tertentu, seperti asam amino dan ekstrak tanaman, cenderung menyebabkan masalah yang lebih parah daripada minuman berbentuk serbuk yang kandungan utamanya kafein.

Ekstrak mungkin mengandung kafein tambahan yang tidak dihitung pada label minuman itu. "Selain itu, ekstrak mungkin mengandung senyawa yang belum diteliti dengan baik dan dapat menyebabkan efek tambahan yang tidak diketahui, terutama bila dikonsumsi dengan  mengombinasikan dengan zat tambahan lainnya dan kafein," kata Lipshultz.

Pelabelan

Banyak orang tidak menyadari potensi efek samping yang serius dari minuman energi. Akibatnya, orangtua dan saudara menempatkan minuman dengan akses yang mudah sehingga tidak menyadari bahwa mereka meninggalkan risiko tersebut pada anak-anak.

Karenanya, ia menyarankan agar minuman ini memiliki label khusus seperti yang tercantum dalam kemasan rokok dan alkohol.

Selain itu, anak-anak dan orang dewasa dengan faktor-faktor risiko, seperti gangguan kejang, aritmia, atau kecenderungan terhadap tekanan darah tinggi, disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman energi. Demikian kata Lipshultz. (Eva Erviana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.