Kompas.com - 03/12/2014, 17:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

TANYA:

Pagi Bu dokter, saya seorang mahasiswa dok. Saya merasakan halitosis yang sangat mengganggu aktivitas saya, sebelumnya saya sudah menambal gigi saya yang berlubang. Tolong kasih saya solusi ya dok, karena ini bisa membuat saya tidak nyaman.
Adrian Akmal (18)

JAWAB:

Hai Adrian,
Halitosis atau bau mulut dapat disebabkan beberapa hal, berikut penjelasan serta cara penanggulangannya.

Halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan. Penyebab bau mulut antara lain:

1. Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2. Aliran air ludahnya kurang
3. Tambalan yang tidak tepat
4. Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5. Gigi tiruan yang tidak bersih
6. Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
7. Adanya penyakit sistemik
8. Konsumsi obat tertentu
9. Gangguan pencernaan

Hal-hal yang Anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah :

1. Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-fluor, serta melakukan penyikatan lidah.

2. Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu yang panjang secara terus-menerus).

3. Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda.

4. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.

5. Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

6. Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.

7. Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.

8. Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.

9. Jika Anda memiliki penyakit sistemik tertentu atau penyakit gangguan pencernaan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis yang berkompeten untuk segera dilakukan perawatan.

10. Kurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut seperti jengkol, petai, dan bawang. Jika memang ingin mengonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan tersebut, Anda harus berkumur, menyikat lidah, menyikat gigi, serta mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah. Pilihan lain Anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau, wortel, daun mint, roti tawar, atau minum teh hijau. Sehingga bau mulut akibat makanan tersebut dapat berkurang atau hilang.

Demikian Adrian, semoga dapat membantu masalah Anda. Salam gigi sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.