Kompas.com - 04/12/2014, 08:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
– Mimisan kerap terjadi pada anak-anak. Biasanya terjadi karena faktor alergi dan lapisan mukosa yang tipis dalam hidung sehingga rentan berdarah.

Mimisan atau keluarnya darah dari lubang hidung sering kali membuat orangtua panik saat menghentikan darah yang keluar. Biasanya, anak akan diminta mendongakkan kepala ketika mimisan, padahal tindakan ini justru salah. Mendongakkan kepala atau posisi menengok ke atas justru bisa membuat darah masuk ke dalam tubuh.

“Kalau suruh anak dongak, darah ngalir ke mana? Ke tenggorokan, saluran napas, ada yang ketelen, padahal enggak boleh. Masuk ke paru-paru bisa batuk, tersedak, kalau masuk ke lambung bisa mual, anak jadi muntah,” ujar dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Rusdian Utama Roeslani di Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Rusdian mengatakan, cara yang tepat untuk menghentikannya adalah dengan mengompres hidung dengan es selama 10-15 menit. Kompres dalam posisi duduk dan kepala sedikit menunduk.

 “Kompres es, pencet cuping hidungnya selama 10 atau 15 menit. Lalu napas lewat mulut. Pasti berhenti,” imbuhnya.

Menurut Rudsian, tak perlu menggunakan daun sirih untuk menghentikan pendarahan di hidung. Menyumpal tisu ke dalam lubang hidung juga tidak akan membantu menghentikan mimisan. Cara lain menghentikan mimisan bisa juga menggunakan obat tetes hidung.

Menurut Rusdian, mimisan biasanya tidak berlangsung lama dan akan berhenti dengan sendirinya. Anak-anak yang kerap mimisan biasanya disebabkan lapisan mukosa dalam hidungnya tipis. Namun, jika mimisan terus terjadi dalam waktu cukup lama, periksa lah ke dokter.

“Periksa labolatorium, pembekuan darahnya normal enggak atau ada penyakit darah enggak? Harus dicari dulu penyebabnya. Konsul ke dokter anak dulu,” terang Rusdian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.