Kompas.com - 05/12/2014, 07:05 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
– Membersihkan upil atau kotoran hidung dengan jari tangan sering menjadi kebiasaan banyak orang. Upil adalah ingus kering atau mucus kering yang memang mengganggu hidung. Tetapi sebenarnya cara membersihkan yang tepat bukan mengoreknya dengan tangan.

Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Rusdian Utama Roeslan mengatakan cara sehat untuk membersihkan upil adalah dengan mencuci hidung seperti saat berwudhu. Caranya dengan menghirup air pelan-pelan ke hidung, kemudian menghembuskannya.

Cara mudah lainnya adalah dengan menyemprotkan nasal saline atau larutan garam ke dalam lubang hidung.

“Harus dicuci hidungnya pakai nasal saline. Paling bagus itu, jangan dikorek pakai tangan,” terang Rusdian dalam diskusi di Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Menurut Rusdian, kini telah banyak dijual produksi botol semprot nasal saline. Saat membersihkannya dengan alat semprot, lakukanlah dengan duduk dan dan kepala agak maju ke depan. Hidung pun akan lebih bersih.

Jika menggunakan jari tangan, risikonya adalah penularan virus atau bakteri ke hidung. Sebab, tangan adalah salah satu sumber kuman penyakit jika tidak mencucinya pakai sabun. Anda berisiko terkena penyakit seperti flu.

“Kalau Anda bekerja di lingkungan yang banyak orang sedang flu, kemudian memegang tombol pintu bekas orang flu, bisa ikut kena flu. Itu (mengupil) kan kebiasaan, tapi tidak dianjurkan,” jelas Rusdian.

Selain itu, mengupil terlalu keras juga berisiko membuat hidung berdarah bagi orang yang lapisan mukosa dalam hidungnya tipis

Produksi kotoran di hidung pun sulit kita hindari. Menurut Rusdian, ada sejumlah penyebab banyaknya produksi upil di hidung. Diantaranya, saat udara di lingkungan terlalu kering. Hidung akhirnya tidak bisa menghasilkan produksi kelenjar cukup banyak sehingga ingus mengeras. Produksi  upil yang berlebihan biasanya juga dialami seseorang yang baru saja menjalani operasi sinus.

“Setelah operasi dianjurkan memberi kelembaban dengan mencuci hidung anda sehari 6 kali,” kata Rusdian.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.