Kompas.com - 05/12/2014, 14:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual bukan hanya rentan mengalami trauma tapi juga beresiko tinggi terjangkit HIV. Hal ini terbukti dalam kasus seorang anak berumur 10 tahun di Ambon yang terjangkit HIV akibat kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayahnya yang positif HIV.

Menurut Program Manager Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) , Melly Windi Lianti, anak-anak yang mengalami kasus kekerasan seksual dapat berisiko tertular HIV. Ini karena pelaku kekerasan seksual kebanyakan adalah orang yang senang berganti-ganti pasangan.

"Biasanya pelaku adalah orang terdekat korban, bisa ayah, paman, atau seseorang yang dikenalnya. Seringkali kasus terlambat diidentifikasi penularannya karena penyidikannya lebih ke arah psikologis anak," kata Melly.

Keterlambatan deteksi dan diagnosis penyakit menurut Melly bisa membuat intervensi penyakit lebih sulit dilakukan.

Kasus lain misalnya ditemukannya tujuh orang anak di Situbondo yang mengalami kekerasan seksual. Anak-anak berusia 6 sampai 12 tahun itu mengalami kekerasan yang dilakukan oleh seorang waria pengidap pedofilia yang suka berganti-ganti korban. Walaupun hasil pemeriksaan menunjukkan anak itu negatif HIV, namun risiko untuk tertular HIV tetap tinggi.

Melly mengungkapkan, jika anak yang menjadi korban malu untuk mengakui bahwa mereka mengalami kekerasan, maka pelaku semakin leluasa beraksi sehingga makin banyak pula korban lain yang mungkin tertular penyakit.

"Banyak anak-anak yang tak ingin dijauhi teman-temannya sehingga mereka malu mengenai kekerasan seksual yang dialaminya," katanya.

Pemerintah Indonesia sendiri di berbagai forum nasional dan internasional telah berkomitmen untuk memperbaiki penanganan kekerasan seksual sebagai agenda prioritas lima tahun ke depan. Melly kembali menambahkan semua elemen masyarakat perlu secara proaktif turut serta dalam pembahasan tersebut agar dapat menghasilkan kebijakan yang lebih komprehensif untuk memenuhi hak korban atas kebenaran, keadilan dan pemulihan.  (Eva Erviana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.