Kompas.com - 06/12/2014, 10:15 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Alkohol juga dihubungkan dengan dengan berbagai kanker antara lain kanker usus besar. Pasien peminum alkohol kronis akan mengalami tulang kropos (osteoporosis), mengalami impotensi dan infertilitas. Pada wanita alkohol juga menjadi salah faktor resiko terjadi kanker payudara.

Informasi mengenai penggunaan alkohol dosis kecil sedikit yang rutin membawa dampak baik  untuk kesehatan ternyata juga masih kontroversi. Di sisi lain penggunaan rutin walaupun sedikit tetap akan membawa efek samping yang akan timbul di masa depan. Belum lagi toleransi dari penggunaan sedikit makin lama makin tinggi.

Alkohol oplosan

Minum minuman keras saja sudah berbahaya, apalagi kalau minuman keras tersebut dioplos dengan minuman lain jelas akan tambah berbahaya. Alkohol aplosan membuat kadar alkohol yang dikonsumsi menjadi tidak jelas kadarnya.

Di tengah masyarakat memang sediaan alkohol oplosan bermacam-macam disesuaikan kenapa minuman alkohol tersebut dioplos. Ada yang mengoplos minuman  alkohol tersebut dengan minuman berenergi yang mengandung kafein, jelas ini akan mengganggu jantung.

Minuman  keras yang dicampur dengan minuman berkarbonasi atau susu ini relatif tidak berbahaya tergantung kadar alkohol dari minuman  mengandung alkohol utamanya. Yang paling berbahaya adalah minuman  mengandung alkohol yang dicampur dengan spirtus atau minuman keras lain  misal metanol yang tidak diketahui kadar alkaoholnya.

Tujuan utamanya adalah karena harga minuman keras tersebut lebih murah tetapi tentu dengan efek samping yang lebih berat dibandingkan dengan minuman mengandung alkohol saja. Alkohol oplosan yang yang terkahir ditemukan di Sumedang dan sudah menyebabkan ratusan korban ternyata diduga mengandung alkohol 96 persen jelas akan membuat efek samping lebih cepat dan lebih berat.


Akhirnya ternyata pengunaan alkohol lebih banyak dampak buruknya dari pada manfaatnya sehingga upaya untuk melarang penggunaan alkohol di tengah masyarakat luas memang harus dilakukan tentunya melalui berbagai peraturan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Salam Sehat,

Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FACP

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.