Kompas.com - 10/12/2014, 13:00 WIB
Anak-anak SDN 1 Leuwinanggung meluapkan kegembiraan mereka sesaat setelah pintu sekolah itu dibuka, Rabu (20/6/2012) pagi. KOMPAS/Andy Riza HidayatAnak-anak SDN 1 Leuwinanggung meluapkan kegembiraan mereka sesaat setelah pintu sekolah itu dibuka, Rabu (20/6/2012) pagi.
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak penyandang disabilitas seharusnya memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain dalam pendidikan. Tapi, diskriminasi dalam bidang pendidikan masih mereka hadapi. Selain kesulitan mengakses pendidikan, masih sedikit pula jumlah guru yang memiliki kapasitas menangani anak-anak tersebut.

Hak anak dengan disabilitas (AdD) untuk mendapat pendidikan yang sama sebenarnya sudah ditegaskan dalam Undang-undang Perlindungan Anak no. 23 tahun 2002. Tetapi, nyatanya masih banyak sekolah yang belum mau menerima AdD.

"Ada seorang guru yang mengatakan semenjak sekolahnya menjadi sekolah inklusi, banyak orang tua yang menarik anaknya keluar dari sekolah. Katanya takut tertular dan memindahkannya ke sekolah lain. Padahal sekolah luar biasa juga jarang ada di pedesaan," kata Wiwied Trisnadi, Project Manager Save the Children dalam acara talkshow Save the Children: Equal Rights Equal Opportunities di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (09/12/14).

Selain itu, menurut Wiwied, kendala lainnya adalah kapasitas guru. Masih banyak guru yang tidak tahu bagaimana cara menangani AdD ini.

Para guru di sekolah inklusi ini seharusnya diberikan informasi mengenai AdD karena mereka sedikit unik dibandingkan anak umum lainnya. Sayangnya, tak ada komunikasi yang terjadi antara orangtua dan guru, sehingga banyak AdD yang dikeluarkan akibat kebiasaan-kebiasaan yang tidak diketahui guru tersebut.

Anak AdD juga rawan mengalami kekerasan, berupa perundungan (bullying), baik secara verbal atau nonverbal. Tak sedikit anak yang mengejek atau bahkan melakukan perbuatan fisik pada AdD sehingga orangtua mereka tidak jadi menyekolahkan AdD ini.

Jumlah sekolah inklusi saat ini menurut Wiwied masih jauh dari harapan. "Sekolah inklusi tersebut menentukan kuota untuk para AdD ini agar mereka bisa bersekolah dan bergabung dengan anak lainnya. Namun, kuota tersebut jarang yang penuh, mengapa ? karena orangtua mereka takut anaknya akan mengalami kekerasan. Apalagi siswa-siswa itu kan tidak dipantau sepanjang waktu oleh guru," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini telah disediakan dana alokasi untuk anak-anak dengan disabilitas di daerah pedesaan. Harapannya, anak-anak dengan disabilitas tidak kesulitan lagi mendapatkan pendidikan. "Yang paling penting sekolah yang siap menjadi sekolah inklusi adalah komitmen moralnya. Karena sekolah inklusi ini dicampur dan tidak dieklusifkan maka metode belajar, kurikulum, penilaian serta evaluasi semuanya harus disesuaikan dengan kondisi anak," katanya.

Ia menambahkan, meski AdD berbeda, namun hal tersebut tidak perlu diributkan, karena pada dasarnya semua anak unik. "Yang seharusnya kita lakukan adalah menghargai perbedaan tersebut dan memberikan waktu, kesempatan serta hak-hak mereka," jelasnya. (Eva Erviana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Liposarkoma
Liposarkoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.