Kompas.com - 17/12/2014, 10:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
 — Bayi tabung bisa menjadi salah satu solusi bagi pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Budi Wiweko menegaskan, kualitas bayi tabung tak ada bedanya dengan bayi dengan pembuahan alami.

"Tidak ada perbedaan dalam hal kecacatan. Tumbuh kembangnya juga bisa sama dengan bayi lain," ujar Budi dalam diskusi di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Budi, yang juga Konsultan Fertilitas dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), mengatakan, bayi tabung pertama di dunia kini telah berusia 36 tahun. Ia hidup normal dan telah memiliki keturunan secara alami.

Sementara itu, bayi tabung pertama di Indonesia ialah pada tahun 1988. Kini ia telah berusia 26 tahun.

Menurut Budi, bayi tabung pun tidak memengaruhi tingkat kecerdasan. "Bayi tabung di Indonesia itu sudah tamat kuliah, sudah insinyur. Jadi, sama saja," ujar Budi.

Budi mengatakan, tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40 persen. Terdapat beberapa risiko dari proses bayi tabung. Salah satunya adalah hamil ganda.

"Hamil ganda dianggap komplikasi karena berisiko bayi jadi lahir prematur," kata Budi yang merupakan anggota tim IA-RC (Reproductive Clinic) dan IA-IVF (In Vitro Fertilization) Daya Medika ini.

Hamil ganda bisa terjadi karena dua sampai tiga embrio ditanam dalam rahim calon ibu.
Komplikasi lainnya ialah infeksi atau pendarahan saat pengambilan sel telur.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.