Perilaku Pecandu pada Ibu Hamil Bisa Menurun ke Bayi

Kompas.com - 04/01/2015, 13:01 WIB
Ilustrasi ibu hamil HERALDSUN.COM.AUIlustrasi ibu hamil
|
EditorDian Maharani


DEPOK, KOMPAS.com
– Sering minum alkohol hingga konsumsi obat-obatan terlarang tak hanya berdampak buruk bagi  kesehatan orang-orang yang mengosumsinya. Bagi wanita yang sedang hamil, konsumsi zat-zat berbahaya itu dapat memengaruhi kesehatan bayi.

Bahayanya, jika sang ibu seorang pencandu alkohol hingga narkoba, maka bayi yang dilahirkan juga berpotensi menjadi pecandu.

Kim Barthel, seorang ahli neurobiologi dari Kanada menjelaskan, kandungan dalam alkohol hingga obat-obatan yang dikonsumsi sang ibu selama ini telah mengalir dalam darah. Saat hamil, zat-zat dalam aliran darah itu pun sampai ke janin melalui tali pusat. Selama dalam kandungan, otak bayi seolah 'merekam' zat-zat yang masuk ke tubuhnya.

“Otak bayi tidak lupa dengan zat-zat itu. Bayi mewarisi kecanduan dari ibunya,” kata Kim seusai memberi pelatihan okupasi terapi di Gedung Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu (3/1/2015).

Akhirnya, setelah lahir, bayi akan mencari-cari zat-zat yang selama ini ia dapatkan dari dalam kandungan ibu. Ketika sensasi dari zat tersebut tidak lagi dapat di rasakan oleh bayi maka sistem persarafan mereka menjadi overstimulated yang menyebabkan gejala penarikan atau putus obat (The symptoms of withdrawal).

Secara tidak langsung, bayi telah mengalami ketergantungan terhadap zat tersebut. Bayi akan memiliki perilaku pecandu. Namun, menurut Kim, semua itu tergantung dari zat adiktif apa yang dikonsumsi ibu.

“Semua efeknya tergantung dari apa yang dikonsumsi ibu. Tapi, yang perlu Anda tahu bahwa alkohol lebih berbahaya dari zat adiktif lain seperti kokain dan heroin. Alkohol tidak dapat dibersihkan dan memengaruhi perkembangan otak bayi,” jelas Kim yang juga seorang Okupasi Terapis Anak ini.

Gejalanya antara lain, bayi sering menangis dengan keras, sulit ditenangkan, pemarah, hingga gemetar.  Setelah dewasa, lingkunganlah yang berperan besar memengaruhi mereka. Untuk itu, perilaku pecandu ini harus dicegah sejak baru lahir. Menurut Kim, perilaku pecandu pada bayi bisa diatasi dengan okupasi terapi.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X